JATIMNET.COM, Valencia – Pebalap Team Sky, Geraint Thomas tidak mempedulikan masa depan timnya yang bubar di penghujung tahun. Merujuk pengumuman tim pada Desember 2018 silam, Team Sky resmi bubar lantaran belitan finansial.

Pernyataan resmi itu disampaikan manajemen setelah tim asal Inggris ini kesulitan mendapatkan sponsor setelah mengikuti musim balapan 2019.

Team Sky dikaitkan dengan pengusaha asal Rusia, Oleg Tinkoff. Pendiri balap sepeda Tinkoff Credit System itu ramai diberitakan media asal Spanyol, As tengah mengajukan penawaran kepada manajer Team Sky, Dave Brailsford.

BACA JUGA: Team Sky Bubar Di Akhir Musim 2019

Geraint Thomas, yang saat ini tengah mengikuti Volta a la Comunitat Valenciana etape ketiga pada Sabtu 9 Februari 2019 mengaku tidak tertarik membahas masa depan timnya. Juara Tour de France 2018 itu menegaskan rencana Oleg Tinkof mengambil alih Team Sky bukanlah urusannya.

“Saya sedang konsentrasi mengikuti balapan. Sepenuhnya saya serahkan kepada Dave (Brailsford) dan Fran Millar (Director of Business Operations),” tegas Geraint Thomas, seperti dikutip Cycling News, Sabtu 9 Februari 2019.

Menurut pebalap asal Wales itu, dia tidak terlalu risau dengan apapun yang akan terjadi dengan timnya. Termasuk masuknya investor baru untuk menyelamatkan tim minimal hingga musim 2020.

“Jika (Tinkoff) melakukannya, aku tidak akan peduli dengan siapa pun yang memasukkan uang untuk menjaga tim tetap berkompetisi. Dan dia seorang tokoh, Anda tahu itu,” lanjut pebalap kelahiran Cardiff 32 tahun silam.

BACA JUGA: Geraint Thomas Pilih Absen Di Italia

Belum lama ini Tinkoff dikaitkan hendak mengambil alih Team Sky pada Jumat 8 Februari 2019. Bahkan Tinkoff dilaporkan menyiapkan fulus hingga 20 juta euro (kurang lebih Rp 316,7 miliar) untuk WorldTour Team asal Inggris Raya itu.

Tinkoff, kepada Cycling News tidak menampik kerap mengirim pesan kepada Dave Brailsford sejak dia pensiun. Namun bukan berarti pesan itu ada hubungannya dengan rencana mengerojokkan dana untuk Team Sky.

“Setelah tiga tahun absen, saya tidak mengubah pendapat tentang sepeda. Saya berharap semua kesuksesan Brailsford menemukan sponsor baru. Dia dan Patrick Lefevere (Deceuninck-Quick-Step) sosok yang tepat untuk sepeda. Saya bukan orangnya. Itu saja,” tegas Tinkoff.

Sebagaimana diberitakan Team Sky menutup karir di akhir 2019. Tim yang berdiri tahun 2010 itu telah menguasai Tour de France sejak 2012 hingga 2018, dengan menempatkan Bradley Wiggins (juara 2012), Chris Froome (2013, 2015, 2016, dan 2017), dan Geraint Thomas (2018).