Cukup mengirim materi diduga hoaks ke nomor +6285574676701.

Tangkal Hoaks, Whatsapp Buka Hotline Jelang Pemilu

Dyah Ayu Pitaloka

Minggu, 7 April 2019 - 14:10

JATIMNET.COM, Surabaya – Jelang Pemilu, Whatsapp bersama Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) dan lembaga ICT Wacth, menyediakan hotline untuk menangkal hoaks.

Caranya cukup mengirim teks, foto, video dan audio yang berpotensi berisi misinformasi atau hoaks ke nomor +6285574676701. Whatsapp menjamin pesan itu mendapat perlindungan enkripsi end-to-end, sehingga tidak dapat terlihat, bahkan oleh Whatsapp sendiri.

"Hal ini dibangun atas komitmen Whatsapp, termasuk upaya kami mengurangi jumlah pesan yang dapat diteruskan hingga maksimal lima kali, yang ternyata dapat mengurangi 25 persen distribusi pesan terusan di WhatsApp," kata WhatsApp dalam keterangan pers, Minggu 7 April 2019.

Laporan ini juga akan menjadi arsip data MAFINDO, mengenai penyebaran hoaks selama periode pemilihan umum.

BACA JUGA: Tingkatkan Privasi, Whatsapp Sediakan Tiga Pilihan Baru

Presidium MAFINDO Harry Sufehmi, meminta pengguna Whatsapp untuk melaporkan hoaks ke nomor tersebut, agar kabar bohong dapat diidentifikasi dan didata.

"Misinformasi merupakan tantangan yang membutuhkan kerja sama yang kuat untuk menanggulanginya," kata dia dalam keterangan yang sama.

Selain dengan MAFINDO, Whatsapp juga bekerja sama dengan ICT Watch untuk memberikan pelatihan bagi publik mengenai hoaks di 10 Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) di Jakarta.

Whatsapp juga berencana bekerja sama dengan komunitas, untuk mengembangkan stiker yang bertema mengatasi hoaks.

BACA JUGA: Mafindo Dorong Polri Turun Selidiki Hoaks Server KPU

Awal tahun ini, Whatsapp membatasi jumlah meneruskan pesan atau forward menjadi hanya lima kali untuk satu pesan.

Saat ini, pesan yang diteruskan dilabeli "forwarded" sehingga penerima tahu bahwa pesan tersebut bukan asli ditulis oleh si pengirim.

Wakil Direktur Kebijakan Publik dan Komunikasi Whatsapp, Victoria Grand pada Januari lalu mengatakan, pembatasan pesan ini akan membantu melacak perilaku yang mencurigakan.

Whatsapp tidak dapat membaca isi pesan yang dikirim karena enkripsi end-to-end yang disematkan di sistem. Mereka, hanya mengizinkan pengirim dan penerima pesan, untuk membaca isi pesan tersebut.

BACA JUGA: Dua April, Diperingati Sebagai Hari Anti Hoaks Internasional

Tapi, Whatsapp bisa mendeteksi perilaku berkirim pesan, jika terdapat aktivitas yang tidak wajar, misalnya meneruskan pesan ke banyak orang sekaligus.

"Mempersulit orang-orang yang kurang bertanggung jawab untuk meneruskan pesan," kata Grand.

Berdasarkan data Whatsapp, 90 persen pesan yang dikirim di platform tersebut tergolong pesan pribadi, sisanya dapat berupa pesan yang lain. (ant)

Baca Juga

loading...