Logo

Tangis Keluarga Sambut Kepulangan Taruno Korban KM Virgo

Reporter:

Minggu, 27 September 2026 01:00 UTC

Tangis Keluarga Sambut Kepulangan Taruno Korban KM Virgo

Jenazah Taruno Hidayat, salah seorang korban kecelakaan KM Virgo Transport 8 yang telah berhasil diidentifikasi disalatkan di Masjid Baitul Muttaqin, Desa/Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, Sabtu, 26 September 2026. Foto: Warga for Jatimnet.com.

JATIMNET.COM, Madiun - Penantian keluarga Taruno Hidayat selama 13 hari akhirnya berakhir. Namun, kepulangan pria berusia 46 tahun itu ke Desa/Kecamatan, Kabupaten Madiun, justru disambut tangis, Sabtu, 26 September 2026.

Taruno pulang dalam peti jenazah setelah ditemukan di perairan Masalembo pada Jumat (25/9/2026). Ia merupakan salah satu korban kecelakaan KM Virgo Transport 8.

Ambulans yang membawa jenazah Taruno tiba di Masjid Baitul Muttaqin, Desa Kare, Sabtu. Keluarga dan kerabat yang sejak pagi menunggu langsung menyambut kedatangan jenazah.

Jenazah kemudian disalatkan di masjid tersebut. Ratusan warga turut mengiringi salat jenazah sebelum Taruno dikebumikan di pemakaman Dusun Seweru, Desa Kare.

Dantim Basarnas Surabaya Gian Ery Pramulya mengatakan jenazah Taruno ditemukan di perairan Masalembo pada Jumat. Setelah ditemukan, jenazah menjalani proses identifikasi untuk memastikan identitas korban.

“Setelah koordinasi dan ditemukan kondisi yang memperjelas bahwa beliau memang Mas Taruno Hidayat, dari pakaian dan keterangan pihak keluarga, akhirnya dikeluarkan nota dari DVI bahwa itu memang Pak Taruno Hidayat,” kata Gian.

Usai identifikasi, jenazah diterbangkan dari Banjarmasin menuju Surabaya pada Sabtu pagi. Pemulangan kemudian dikoordinasikan Basarnas bersama DVI Banjarmasin, kepolisian, BPBD Jawa Timur, BPBD Kabupaten Madiun, Dinsos Jawa Timur, dan AirNav. “Kami serahkan ke pihak keluarga,” ujarnya.

Bagi warga Kare, Taruno dikenal sebagai sosok yang ramah dan mudah bergaul. Ia juga aktif dalam kegiatan sosial serta kerap membantu warga yang mengalami kesulitan.

Salah satu kerabat Taruno, Afif Izzudin, mengatakan almarhum sering memberikan nasihat kepada anak-anak muda di desanya.

“Pak Taruno itu semasa hidupnya orangnya baik. Sama teman akrab, ramah, terus sering memberikan nasihat kepada kita yang masih muda. Orangnya supel, kalau ada yang kesusahan suka membantu,” kata Afif.

Taruno sehari-hari bekerja sebagai guru dan menjadi anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kare. Ia juga pernah menjadi anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan dipercaya menjadi Ketua PPK Kecamatan Kare pada Pilkada 2024.

“Kalau keseharian, beliau guru dan juga anggota BPD Desa Kare. Ketika ada Pilkada, beliau menjadi salah satu PPK. Tahun 2024 beliau menjadi Ketua PPK Kecamatan Kare,” ujar Afif.