Logo

Tak Sekadar Menanam, Warga Krembangan Diajak Olah Hasil Hidroponik

Reporter:,Editor:

Minggu, 16 August 2026 09:00 UTC

Tak Sekadar Menanam, Warga Krembangan Diajak Olah Hasil Hidroponik

Mahasiswa Unusa memberikan pembelajaran penanaman melalui Hidroponik ke warga RW 03 Kelurahan Krembangan Utara, Kota Surabaya, Minggu, 16 Agustus 2026. Foto: Januar.

JATIMNET.COM, Surabaya – Budidaya hidroponik yang dikenalkan mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) kepada warga RW 03 Kelurahan Krembangan Utara, Surabaya, tidak berhenti pada kegiatan menanam.

Hasil tanaman juga diarahkan untuk diolah menjadi bahan pangan yang memiliki nilai tambah bagi keluarga.

Melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN), mahasiswa UNUSA mendampingi warga mulai dari proses penyemaian, penanaman hingga perawatan sayuran hidroponik. Warga kemudian dikenalkan dengan pemanfaatan hasil budidaya sebagai bagian dari pengolahan pangan keluarga.

Ketua KKN UNUSA, Mutiatus Salafi, mengatakan pemanfaatan hasil hidroponik menjadi bagian penting agar kegiatan budidaya memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

"Melalui KKN ini UNUSA ingin memberikan dampak positif kepada masyarakat Surabaya. Di tengah keterbatasan lahan, kami bisa budidaya hidroponik," ujar Mutiatus, Minggu, 16 Agustus 2026.

Menurut dia, keterbatasan lahan di kawasan permukiman bukan menjadi penghalang bagi warga untuk menghasilkan bahan pangan. Sayuran yang ditanam melalui instalasi sederhana dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus dikembangkan menjadi produk olahan.

Dalam kegiatan tersebut, warga dikenalkan dengan beberapa jenis sayuran hidroponik, seperti selada, pakcoy, dan kangkung. Mahasiswa juga memberikan pendampingan mengenai penyemaian benih menggunakan rockwool serta penggunaan nutrisi AB Mix selama proses pertumbuhan tanaman.

Dosen Pembimbing Lapangan KKN UNUSA, Ayuningtyas Wahyu Nurani, mengatakan pendampingan dilakukan secara praktik agar warga memahami seluruh proses dan mampu mengelola budidaya secara mandiri.

"Kami ingin memberikan pendampingan yang tidak hanya berupa teori, tetapi masyarakat ikut praktik secara langsung mulai dari penyemaian sampai perawatan tanaman," katanya.

Setelah tanaman dapat dipanen, hasil budidaya tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan keluarga. Menurut Ayuningtyas, kemampuan mengolah hasil tanaman menjadi makanan menjadi salah satu keterampilan yang dapat memperpanjang manfaat program KKN.

Selain budidaya hidroponik, mahasiswa juga menggelar demo memasak nugget tempe bayam. Dalam kegiatan itu, warga dikenalkan dengan cara mengolah bahan pangan sederhana menjadi makanan yang bergizi dan memiliki nilai tambah.

Mahasiswa memperagakan proses pembuatan mulai dari menyiapkan bahan, mencampurkan tempe dan bayam dengan telur, tepung serta bumbu, kemudian mengukus adonan. Warga juga diberi kesempatan mengikuti praktik secara langsung.

Salah satu warga RW 03, Yuni, mengatakan kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru bagi masyarakat, terutama dalam memanfaatkan bahan pangan yang tersedia di lingkungan sekitar.

"Cara ini menjadi pemberdayaan masyarakat untuk memanfaatkan lahan dengan tanaman hidroponik yang memang baru pertama kali dilakukan," kata Yuni.

Menurut Yuni, praktik langsung membuat warga lebih mudah memahami proses budidaya maupun pengolahan pangan. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan sehingga hasil tanaman tidak hanya dikonsumsi, tetapi juga dapat diolah menjadi produk yang lebih beragam.

Mutiatus berharap pengetahuan yang diberikan mahasiswa dapat diterapkan warga setelah program KKN berakhir. Dengan begitu, kegiatan tidak hanya menghasilkan tanaman, tetapi juga mendorong masyarakat memiliki keterampilan mengelola hasil budidaya.

"Kami berharap apa yang sudah dipelajari bisa terus dilakukan masyarakat, sehingga manfaat KKN tidak berhenti setelah mahasiswa selesai berada di lokasi," katanya.

Program tersebut diharapkan dapat mendorong warga RW 03 Krembangan Utara memanfaatkan lahan sempit untuk menghasilkan pangan sekaligus mengembangkan keterampilan pengolahan hasil hidroponik sebagai bagian dari pemberdayaan ekonomi keluarga.