Rabu, 30 September 2026 06:22 UTC

Asman SDM, Umum, dan CSR PLN NP Tanjung Awar-Awar, Awang Asmoro saat melakukan edukasi sistem kelistrikan di hadapan puluhan pelajar di SMK Manbail Futuh Rabu, 30 September 2026. Foto: Zidni Ilman
JATIMNET.COM, Tuban – Peserta sekolah jurnalistik tidak hanya mempelajari teknik penulisan berita. Mereka juga mendapat kesempatan mengenal secara langsung sistem kelistrikan, termasuk proses produksi listrik yang digunakan masyarakat sehari-hari.
Pengetahuan tersebut diperoleh saat PLN Nusantara Power (NP) Unit Pembangkitan Tanjung Awar-Awar menerima kunjungan peserta sekolah jurnalistik. Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk melihat lebih dekat proses pembangkitan hingga penyaluran energi listrik.
Dalam kunjungan tersebut, peserta mendapat pemaparan mengenai profil pembangkit, sistem kerja, budaya kerja, serta penerapan keselamatan di lingkungan kerja.
PLN NP Tanjung Awar-Awar merupakan salah satu pembangkit tenaga listrik dengan kapasitas 2 × 350 megawatt (MW). Listrik yang dihasilkan pembangkit tersebut kemudian disalurkan melalui jaringan 150 kilovolt (kV) dalam sistem kelistrikan Ngimbang.
Dalam sistem kelistrikan tersebut, PLTU Tanjung Awar-Awar berada pada sisi hulu sebagai penghasil listrik. Energi yang dihasilkan selanjutnya masuk ke jaringan transmisi sebelum disalurkan PLN kepada masyarakat.
Asman SDM, Umum, dan CSR PLN NP Tanjung Awar-Awar, Awang Asmoro, mengatakan penjelasan tersebut memberikan gambaran kepada peserta bahwa penyediaan listrik membutuhkan sistem yang terintegrasi.
"Selain teknologi, operasional pembangkit juga didukung sumber daya manusia (SDM) yang disiplin dan profesional," ujarnya.
Menurut Awang, peserta tidak hanya mempelajari aspek teknis pembangkitan listrik. Mereka juga mendapat pemahaman mengenai budaya kerja yang menjadi bagian penting dalam menjaga keandalan operasional pembangkit.
"Kebiasaan positif yang dilakukan secara konsisten, seperti disiplin, tanggung jawab, integritas, kerja sama, dan profesionalisme, menjadi bagian dari keseharian pekerja," ujarnya.
Ia menjelaskan, aspek keselamatan kerja juga menjadi perhatian utama dalam setiap aktivitas di lingkungan pembangkit. Setiap pekerja wajib menggunakan alat pelindung diri (APD), mematuhi peraturan dan rambu-rambu di area kerja, serta memperhatikan kondisi lingkungan sekitar.
Menurut dia, penerapan disiplin dan keselamatan kerja turut mendukung kelancaran operasional pembangkit yang memiliki kapasitas produksi besar. PLN NP Tanjung Awar-Awar juga menyatakan komitmennya dalam mendukung penyediaan energi yang berkelanjutan.
Komitmen tersebut sejalan dengan visi perusahaan untuk menjadi perusahaan pembangkitan yang terdepan dan terpercaya dalam menyediakan energi berkelanjutan di Indonesia dan pasar global.
"Salah satu misinya adalah mengakselerasi portofolio bisnis energi baru terbarukan (EBT) untuk mendukung tercapainya target nol emisi karbon," bebernya.
Melalui kunjungan tersebut, peserta sekolah jurnalistik tidak hanya memperoleh pengetahuan yang dapat menjadi bahan penulisan berita. Mereka juga mendapat gambaran mengenai proses produksi listrik serta pentingnya keandalan dan keselamatan dalam operasional pembangkit.
Awang menilai pemahaman mengenai kelistrikan penting karena listrik menjadi bagian tidak terpisahkan dari aktivitas masyarakat sehari-hari.
"Karena listrik itu menjadi kebutuhan kita. Berbagai alat yang kita gunakan, seperti kipas angin, handphone, dan peralatan lainnya membutuhkan listrik," pungkasnya.
