Rabu, 30 September 2026 07:38 UTC

Kegiatan Sekolah Jurnalistik titik kedua yang dilaksanakan oleh Ronggolawe Press Solidarity (RPS) Tuban pada Rabu, 30 September 2026. Foto: Zidni Ilman
JATIMNET.COM, Tuban – Ronggolawe Pers Solidarity (RPS) Tuban kembali menggelar sekolah jurnalistik bagi pelajar. Kali ini, RPS membawa program mobil jurnalisme ke SMK Manbail Futuh, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Rabu, 30 September 2026.
Kegiatan tersebut menjadi lanjutan program edukasi jurnalistik yang sebelumnya berlangsung di MAN 2 Rengel. RPS mengajak pelajar memahami dunia jurnalistik sekaligus membekali mereka dengan kemampuan menghadapi perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi digital.
Sebanyak 36 siswa dari sejumlah sekolah dan madrasah di Kabupaten Tuban mengikuti kegiatan tersebut. Peserta berasal dari SMK Manbail Futuh, MA Manbail Futuh, MA Al Hidayah, SMA Manbail Huda, SMAN Tambakboyo, SMKN Tambakboyo, SMKN 3 Tuban, serta MA Salafiyah Merakurak.
Sejak pagi, para peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan antusias. Mereka mendapat materi mengenai pemanfaatan artificial intelligence (AI), etika jurnalistik, teknik memperoleh informasi, pengolahan data, hingga cara menyampaikan informasi kepada publik.
BACA: GRR Tuban Goes to School 2026 Bekali Pelajar dengan Pengetahuan Mitigasi Kebakaran
Materi tersebut menjadi penting karena perkembangan teknologi telah mengubah cara masyarakat memperoleh dan menyebarkan informasi. Jika sebelumnya media massa seperti koran dan televisi menjadi sumber utama informasi, kini media digital dan media sosial memungkinkan sebuah informasi tersebar dalam waktu sangat singkat.
Ketua RPS Tuban Khoirul Huda mengatakan, sekolah jurnalistik melalui mobil jurnalisme menjadi sarana bagi para jurnalis yang tergabung dalam RPS untuk berbagi pengalaman kepada generasi muda.
Ia berharap para peserta tidak berhenti belajar untuk kepentingan pribadi. Siswa yang mengikuti kegiatan diharapkan dapat membagikan kembali pengetahuan yang diperoleh kepada teman-teman di sekolah masing-masing.
''Kegiatan ini bertujuan agar teman-teman yang menjadi perwakilan sekolah mendapatkan ilmu jurnalistik. Selanjutnya ilmu tersebut bisa dibagikan kepada teman-teman di sekolahnya,’' ujarnya.
Huda menegaskan, kegiatan tersebut murni berorientasi pada edukasi. Menurutnya, perubahan lanskap media menuntut masyarakat memiliki kemampuan menggunakan media secara bijak.
''Perubahan tersebut harus diikuti dengan kemampuan masyarakat dalam menghadapi dan menggunakan media secara bijak,'' ujarnya.
BACA: TKD Berkurang, Pemkab Gresik Pertahankan Anggaran Pendidikan
Perkembangan media sosial juga membuat aktivitas penyampaian informasi tidak lagi hanya dilakukan oleh wartawan. Setiap orang yang memiliki gawai dan akun media sosial dapat menyebarkan informasi kepada publik.
Karena itu, kemampuan memeriksa informasi menjadi bagian penting dalam kegiatan sekolah jurnalistik. Peserta tidak hanya belajar membuat berita, tetapi juga memahami pentingnya menyaring informasi sebelum membagikannya kepada masyarakat.
''Sekarang masyarakat juga bisa menjadi penyampai informasi karena adanya gadget dan media sosial. Karena itu, bagaimana informasi tersebut disaring dan disampaikan dengan baik menjadi penting,'' jelasnya.
RPS juga mengajak peserta memahami bahwa informasi yang diterima tidak seharusnya langsung disebarkan. Siswa perlu memastikan kebenaran informasi dan mengetahui sumbernya sebelum menyampaikan informasi tersebut kepada publik.
Pelaksanaan sekolah jurnalistik ini mendapat dukungan sejumlah perusahaan. Mereka antara lain Pertamina EP, Pertamina Patra Niaga, PLN Nusantara, Bank Jatim, Solusi Bangun Indonesia (SBI), PT Trans-Pacific Petrochemical Indotama (TPPI), serta Perumda Air Minum Tirta Lestari Pemkab Tuban.
BACA: RPS Bekali Puluhan Pelajar Tuban Hadapi Disrupsi Informasi
Huda menyampaikan apresiasi kepada seluruh perusahaan yang ikut mendukung kegiatan tersebut. Dukungan itu membantu RPS merealisasikan program berbagi ilmu jurnalistik kepada pelajar.
''Semuanya ini yang membiayai teman-teman dari perusahaan dan kami hanya menyelenggarakan kegiatan ini,'' imbuhnya.
Kepada para perwakilan perusahaan, Huda juga menyampaikan bahwa RPS mengarahkan kegiatan organisasinya pada program edukatif yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Ia berharap para siswa yang menjadi peserta pilihan dapat meneruskan pengetahuan tersebut kepada lingkungan sekolah masing-masing.
RPS tidak berhenti pada pemberian materi dalam kelas. Setelah pembekalan, peserta akan mengikuti praktik jurnalistik dan rencana kompetisi untuk mengasah kemampuan mereka.
Siswa yang menunjukkan prestasi dalam rangkaian kegiatan tersebut juga akan mendapatkan pendampingan lebih lanjut di bidang jurnalistik. Dengan pola tersebut, RPS berharap sekolah jurnalistik dapat menghasilkan pelajar yang mampu mempraktikkan ilmu yang mereka peroleh.
Sementara itu, Kasubbag TU Cabang Dinas Pendidikan Bojonegoro-Tuban, Zuliati, mengapresiasi pelaksanaan sekolah jurnalistik tersebut. Ia menilai kemampuan mengolah dan menyampaikan data menjadi bekal penting bagi pelajar di tengah derasnya arus informasi.
BACA: 26 Tahun Berkelana, Syekh Yusuf Al-Makassari Wariskan 30 Karya Lintas Generasi
''Dengan kegiatan seperti ini, tentu akan memberikan ilmu bagi adik-adik. Anak-anak yang hadir juga merupakan pilihan. Kami berharap ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dan disampaikan kembali di sekolah,'' tuturnya.
Zuliati mengatakan Cabang Dinas Pendidikan Bojonegoro-Tuban siap memberikan dukungan terhadap kegiatan tersebut. Ia berharap informasi yang muncul di lingkungan sekolah dapat disampaikan melalui mekanisme yang baik sehingga pihak terkait dapat melakukan evaluasi dan tindak lanjut.
''Apa pun informasinya, harus disampaikan dengan baik sehingga kami bisa menindaklanjutinya. Kami berterima kasih atas diselenggarakannya sekolah jurnalistik ini. Apalagi ada kompetisi untuk memilih anak-anak terbaik. Kami akan mendukung penuh,'' pungkasnya.
