Minggu, 08 November 2026 06:00 UTC

Ilustrasi SPBU. Foto: Zidni/Jatimnet.
JATIMNET.COM – Harga bahan bakar minyak (BBM) di Malaysia kembali turun pada November 2026. Namun, perhatian terbesar justru tertuju pada bensin RON95 bersubsidi yang tetap dijual seharga 1,99 ringgit atau sekitar Rp8.872 per liter, jauh lebih murah dibandingkan harga pasar karena pemerintah menanggung 53 persen dari biaya pembeliannya.
Kementerian Keuangan Malaysia menetapkan penurunan harga BBM nonsubsidi untuk periode 5–11 November 2026 melalui mekanisme penyesuaian harga mingguan. Kebijakan yang diumumkan di Putrajaya, Rabu (4/11/26), tersebut mencakup bensin RON97, RON95 nonsubsidi, dan diesel nonsubsidi, sementara harga bahan bakar bersubsidi tetap dipertahankan untuk menjaga daya beli masyarakat. Kewangan Portal
Berdasarkan pengumuman resmi, harga RON97 turun 20 sen dari 4,90 ringgit menjadi 4,70 ringgit per liter. RON95 nonsubsidi berkurang 15 sen menjadi 4,27 ringgit, sedangkan diesel nonsubsidi turun dengan besaran serupa menjadi 5,12 ringgit per liter.
Penyesuaian tersebut mengikuti Automatic Pricing Mechanism (APM), sistem penetapan harga yang mempertimbangkan perkembangan pasar minyak internasional. Melalui mekanisme ini, harga BBM nonsubsidi dapat berubah setiap pekan mengikuti kondisi pasar.
Kementerian Keuangan Malaysia menjelaskan, pelemahan harga dipengaruhi meningkatnya ketersediaan bahan bakar olahan di kawasan. Persediaan bensin dan diesel di Singapura, yang menjadi salah satu acuan pasar regional, turut memengaruhi perhitungan harga.
“Pasar minyak regional menunjukkan tanda-tanda mereda menyusul peningkatan pasokan bahan bakar olahan, termasuk stok bensin dan diesel di Singapura,” demikian pernyataan Kementerian Keuangan Malaysia dalam pengumuman resmi di Putrajaya, 4 November 2026.
Selain peningkatan pasokan, penurunan harga minyak mentah Brent pada akhir periode perhitungan memberikan ruang bagi penyesuaian harga. Meski demikian, pemerintah Malaysia masih mewaspadai ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah yang berpotensi kembali mengguncang pasar energi dunia.
Berbeda dengan BBM nonsubsidi, harga RON95 melalui program BUDI MADANI RON95 atau BUDI95 tidak berubah. Warga Malaysia yang memenuhi persyaratan tetap dapat membeli bensin tersebut seharga 1,99 ringgit per liter.
Dengan harga pasar RON95 sebesar 4,27 ringgit, pemerintah menanggung selisih 2,28 ringgit untuk setiap liter yang dibeli penerima subsidi. Nilai tersebut setara sekitar 53 persen dari harga nonsubsidi.
Menggunakan kurs Rp4.458 per ringgit sebagaimana perhitungan yang diberitakan Liputan6, harga RON95 bersubsidi setara sekitar Rp8.872 per liter. Sementara itu, harga nonsubsidi mencapai sekitar Rp19.038 per liter, sehingga terdapat selisih lebih dari Rp10.000 untuk setiap liter pembelian.
Selisih tersebut menjadi bentuk perlindungan terhadap pengeluaran transportasi rumah tangga. Bagi pekerja yang menggunakan kendaraan pribadi setiap hari, subsidi mengurangi biaya perjalanan tanpa harus menunggu penurunan harga minyak internasional.
Namun, fasilitas tersebut tidak berlaku untuk seluruh pembeli BBM. Pemerintah Malaysia menerapkan subsidi terarah dengan memanfaatkan kartu identitas nasional MyKad dan persyaratan kepemilikan surat izin mengemudi yang masih berlaku.
Melalui sistem tersebut, pemerintah dapat mengidentifikasi penerima bantuan sekaligus membatasi pembelian berdasarkan kuota bulanan. Mekanisme ini dirancang agar subsidi lebih terarah dan mengurangi risiko penyalahgunaan bahan bakar bersubsidi.
Sejak 1 September 2026, batas dasar pembelian BUDI95 dikembalikan menjadi 300 liter per bulan dari sebelumnya 200 liter. Keputusan tersebut diumumkan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menjelang peringatan Hari Kebangsaan.
“Pemerintah setuju mengembalikan kelayakan dasar BUDI95 daripada 200 kepada 300 liter sebulan,” kata Anwar Ibrahim dalam Amanat Perdana Hari Kebangsaan 2026 di Pusat Konvensyen Antarabangsa Putrajaya, 30 Agustus 2026.
Menurut pemerintah Malaysia, sekitar 16 juta pengguna memperoleh manfaat dari harga RON95 bersubsidi. Penyesuaian kuota juga mempertimbangkan kebutuhan perjalanan masyarakat, termasuk pekerja dan pelaku usaha kecil yang mengandalkan kendaraan untuk mencari penghasilan.
Kebijakan serupa diterapkan pada diesel melalui program BUDI Diesel. Penerima yang memenuhi syarat tetap membayar 2,10 ringgit per liter, sementara harga nonsubsidinya mencapai 5,12 ringgit.
Artinya, pemerintah menanggung subsidi diesel sebesar 3,02 ringgit per liter atau sekitar 59 persen. Untuk kendaraan tertentu dalam sistem pengendalian bahan bakar bersubsidi, pemerintah juga mempertahankan harga khusus sesuai ketentuan masing-masing program.
Besarnya dukungan tersebut membutuhkan anggaran negara yang tidak sedikit. Kementerian Keuangan Malaysia memperkirakan subsidi bahan bakar pada 2027 tetap berada di kisaran 40 miliar ringgit untuk membantu menekan beban biaya hidup masyarakat. Kewangan Portal
Di satu sisi, subsidi menjaga pengeluaran masyarakat ketika harga energi dunia meningkat. Di sisi lain, pemerintah harus mengendalikan beban fiskal, memastikan ketepatan penerima, dan mencegah kebocoran distribusi.
Pengalaman Malaysia memperlihatkan bahwa harga BBM murah tidak hanya ditentukan oleh kondisi pasar minyak dunia. Kebijakan subsidi, kemampuan anggaran, dan ketepatan pendataan penerima juga menentukan harga yang akhirnya dibayar masyarakat di SPBU.
Sepanjang 5–11 November 2026, warga Malaysia yang memenuhi syarat tetap menikmati RON95 seharga 1,99 ringgit per liter. Harga tersebut dipertahankan melalui subsidi negara, sementara pemerintah menghadapi tantangan menjaga keberlanjutannya di tengah perubahan pasar energi global. (*)
