Sabtu, 22 August 2026 10:00 UTC

Petugas Palang Merah Indonesia bersama relawan saat mengevakuasi jenazah seorang manajer pabrik ban yang ditemukan di kamar kos di Kota Mojokerto, Sabtu siang, 22 Agustus 2026. Foto : Wanto.
JATIMNET.COM, Mojokerto – Tak terlihat di tempat kerja hingga siang, seorang manajer pabrik ban, Edy Sutanto, 60 tahun, ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya di Kelurahan Gunung Gedangan, Kota Mojokerto, Sabtu, 22 Agustus 2026.
Edy biasanya sudah berada di pabrik sekitar pukul 08.00 WIB. Namun, hingga siang, pria asal Surabaya itu belum juga terlihat di tempat kerja.
Rekan kerja yang merasa curiga kemudian meminta bantuan Joko Basori, yang biasa membantu pekerjaan kebersihan di lingkungan kos untuk mengecek kondisi Edy.
Joko lantas mendatangi kamar A03 yang ditempati korban. Dari depan kamar, dia mencoba menghubungi ponsel Edy. Dering telepon terdengar dari dalam kamar, tetapi tidak ada jawaban meski pintu sudah beberapa kali diketuk.
“Di telepon, HP-nya bunyi di dalam. Sudah diketok-ketok juga tidak ada respons. Akhirnya pintunya didobrak,” kata Joko.
Setelah pintu dibuka paksa, Joko mendapati Edy dalam posisi terlentang. Tubuh korban sudah dalam kondisi kaku.
Temuan itu kemudian dilaporkan kepada pihak terkait. Petugas Inafis datang ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan.
Edy diketahui merupakan warga asli Surabaya dan lahir di Probolinggo. Dia tinggal di kamar A03, salah satu dari 16 kamar yang tersedia di Eben Kost.
Berdasarkan keterangan rekan kerja, Edy diketahui memiliki riwayat penyakit ginjal. Sebelum kembali bekerja di Mojokerto, korban sempat pulang ke Surabaya pada Minggu sebelumnya.
Jenazah Edy kemudian dievakuasi ke RSUD Wahidin Sudirohusodo untuk penanganan lebih lanjut.
Hingga kini, penyebab pasti kematian korban masih menunggu hasil pemeriksaan petugas berwenang.
