Selasa, 06 October 2026 09:15 UTC

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif Sosialisasi HIV/AIDS dan Pengenalan Warga Peduli AIDS (WPA). Foto: Diskominfo Gresik
JATIMNET.COM, Gresik – Penanganan HIV/AIDS di Kabupaten Gresik tidak cukup hanya mengandalkan layanan kesehatan. Pemerintah Kabupaten Gresik mendorong masyarakat ikut memberikan dukungan kepada orang dengan HIV/AIDS (ODHA) agar mereka tetap dapat menjalankan kehidupan sosial tanpa stigma dan diskriminasi.
Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif mengatakan stigma dan diskriminasi terhadap ODHA dapat membuat mereka enggan mengakses layanan kesehatan. Kondisi tersebut berpotensi menghambat upaya pemerintah dalam melakukan penanganan dan pencegahan HIV/AIDS.
Karena itu, Alif meminta masyarakat memahami HIV/AIDS secara benar dan memberikan dukungan kepada orang yang hidup dengan HIV/AIDS. Menurutnya, setiap orang tetap memiliki hak untuk hidup sehat dan memperoleh layanan kesehatan.
“Yang terpenting adalah bagaimana kita memberikan dukungan kepada masyarakat yang hidup dengan HIV/AIDS agar tetap mendapatkan hak untuk hidup sehat dan mendapatkan layanan kesehatan,” kata Alif saat membuka Sosialisasi HIV/AIDS dan Pengenalan Warga Peduli AIDS (WPA) di Kantor Bupati Gresik, Selasa, 6 Oktober 2026.
BACA: TKD Berkurang, Pemkab Gresik Pertahankan Anggaran Pendidikan
Alif menilai edukasi menjadi salah satu kunci untuk mengurangi stigma di tengah masyarakat. Informasi yang benar mengenai HIV/AIDS perlu disampaikan secara luas agar masyarakat tidak memiliki pemahaman yang keliru terhadap penyakit tersebut maupun orang yang hidup dengannya.
Ia juga mendorong pemerintah, keluarga, dan masyarakat memperkuat kolaborasi dalam penanggulangan HIV/AIDS. Dukungan dari lingkungan terdekat dinilai penting agar ODHA tidak menghadapi diskriminasi ketika menjalankan aktivitas sehari-hari di tengah masyarakat.
Kepala Sekretariat Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Gresik Nur Chakim mengatakan sosialisasi tersebut menjadi bagian dari program Warga Peduli AIDS (WPA). Kegiatan itu diikuti Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) dari 16 kecamatan di Kabupaten Gresik.
“Kita menyamakan persepsi dan menyatukan visi bagaimana bersama-sama menangani kasus HIV/AIDS di Kabupaten Gresik,” ujarnya.
Menurut Nur Chakim, keterlibatan masyarakat melalui WPA diharapkan dapat memperluas edukasi sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap persoalan HIV/AIDS. Program tersebut juga menjadi wadah untuk membangun kesamaan pemahaman mengenai upaya penanggulangan HIV/AIDS di tingkat masyarakat.
BACA: Tipu 14 Orang Pakai SK ASN Palsu, Antoni Divonis 2,5 Tahun Penjara
Penanganan HIV/AIDS masih menjadi perhatian di Kabupaten Gresik. Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan Gresik, sebanyak 105 kasus baru HIV ditemukan sepanjang Januari hingga Juni 2026.
Pemkab Gresik juga memberikan dukungan kepada ODHA melalui sejumlah program. Pada Februari 2026, pemerintah daerah memberikan bantuan kepada 18 ODHA.
Selain bantuan tersebut, Pemkab Gresik memberikan dukungan berupa program kewirausahaan kepada 16 ODHA. Program itu menjadi salah satu bentuk dukungan agar ODHA dapat tetap menjalankan aktivitas ekonomi dan meningkatkan kemandirian.
