Tak Kunjung Berangkat, Sembilan Calon Jemaah Haji Lapor Polisi

Zulkiflie

Kamis, 23 Mei 2019 - 19:16

JATIMNET.COM, Probolinggo – Sembilan calon jemaah haji (calhaj) mendatangi Kantor Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Probolinggo lantaran kesal tak kunjung diberangkatkan beribadah ke Tanah Suci.

Mereka hendak melaporkan Mindawati (55), Warga Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan, Kota setempat selaku pemilik biro perjalanan umrah dan haji plus PT Gilang Travel.

Tiba di ruangan SPKT, Kamis 23 Mei 2019, para pelapor bersama kuasa hukumnya Ajizen, langsung mengkuti gelar kasus yang dilakukan pihak kepolisian. Gelar dilakukan, guna menentukan apakah laporan tersebut mengandung unsur perdata atau pidana.

Kepada awak media, seorang korban Sudarmanto mengungkapkan, ia bersama rekan sesama calon jemaah haji plus mengaku telah menyetorkan sejumlah uang terhadap terlapor.

BACA JUGA: Lima Ribu Botol Jamu tak Izin BPOM Diamankan Polrestabes

Namun sampai kini, tak kunjung ada kejelasan pemberangkatan. Sementara uang yang telah dibayarkan, nominalnya bervariasi. Ada yang telah membayar Rp 35 juta, Rp 70 juta hingga Rp 100 juta.

“Kita sama-sama melapor, karena sudah tak sabar dengan janji-janji pihak travel. Kami sudah tujuh tahunan belum juga diberangkatkan. Ketika ditagih, pihak travel malah menghindar. Bahkan beralasan tidak dapat kursi,” ungkapnya.

Korban lainnya, Wati mengaku tergiur tawaran pemberangkatan haji plus di Gilang Travel, lantaran tawaran biaya haji plus-nya murah dengan alasan bersubsidi.

BACA JUGA: Truk Sambar Ibu dan Anak di Probolinggo, Satu Meninggal

Ia mengaku sudah mendaftar tujuh tahun silam, namun tak kunjung diberangkatkan. Padahal uang yang telah disetorkan sekitar Rp 100 juta, termasuk biaya haji adiknya.

“Saya sudah sejak tahun 2011 lalu dijanjikan, tapi sampai saat ini gak ada kejelasan. Sementara saat saya datangi, pemiliknya selalu menghindar,” paparnya.

Sementara penasehat hukum pelapor, Ajizen mengatakan, kedatangannya bersama kliennya untuk melaporkan pemilik PT Gilang Travel, atas tindakan pidana berupa penggelapan uang.

BACA JUGA: Satpol PP Kota Probolinggo Duga Pembocor Ikut Penggerebekan Judi

Laporan dilakukan, lantaran sampai saat ini tidak ada realisasi pemberangkatan para calon jemaah haji plus, dengan dalih tidak dapat kursi. Sementara uang pembayaran jemaah sendiri tak dikembalikan.

“Kita laporkan ibu Mindawati, atas tindakan penipuan dan penggelapan karena uang jemaah tak kunjung dikembalikan. Dugaan kami jumlah korban mencapai 40 orang. Namun yang melapor sementara sembilan orang,” jelasnya.

Atas laporan itu, pihak Satreskrim Polresta Probolinggo menyatakan, masih akan menyelidiki kasus dugaan penipuan biro perjalanan haji pus tersebut.

Baca Juga

loading...