Surat Lebaran Bupati Pamekasan Bikin Pengusaha Batik Petik Untung

Dyah Ayu Pitaloka

Senin, 10 Juni 2019 - 09:16

JATIMNET.COM, Surabaya – Pengusaha Batik Pamekasan merasakan untung setelah Bupati Pamekasan Baddrut Tamam, mengeluarkan surat edaran, agar pejabatnya memakai busana batik setempat saat lebaran. 

"Banyaknya warga yang menggunakan songkok batik tulis di Pamekasan ini mungkin karena efek dari kebijakan Bupati Pamekasan," kata  pedagang songkok batik tulis Madura di Pamekasan Tabri Syaifullah Munir, dikutip Senin 10 Juni 2019.

Untuk satu songkok batik tulis, harganya mencapai Rp 60.000 untuk berbagai ukuran.

"Kalau beli banyak, atau untuk dijual lagi, harganya beda. Harga Rp60.000 ini untuk harga eceran. Harga borongan lain lagi,” kata Tabri.

BACA JUGA: Baju Lebaran, Bupati Imbau Pejabatnya Pakai Batik Pamekasan

Selain warga lokal Madura, pemesanan songkok batik tulis Pamekasan juga banyak dari luar Madura, seperti Surabaya, Malang, Bandung dan Jakarta.

Bahkan para TKI asal Pamekasan yang bekerja di Malaysia juga banyak yang memesan songkok batik tulis Pamekasan itu.

Dosen Ilmu ekonomi dari Institute Agama Islam (IAI) Al-Khairat Pamekasan Matnin, M.EI menilai kebijakan ekonomi berbasis kekeluargaan dengan memanfaatkan potensi lokal itu, efektif untuk memperkuat ekonomi lokal.

Kendala mendasar mengenai hasil produk selama ini memang pada komitmen. Ada anggapan di masyarakat seolah-olah produk luar lebih baik.

BACA JUGA: Pemudik Turun di Pamekasan Capai 884 Orang

Kebijakan Bupati Pamekasan yang anti arus utama (mainstream) ini, kata mantan Kepala Bidang Komunikasi Umat (KU) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pamekasan ini, merupakan upaya untuk membongkar paradigma lama tentang produk yang berkembang di masyarakat.

Kebijakan itu dinilai menjadi terobosan baru memajukan perekonomian yang berbasis kerajinan lokal.

Sebelumnya, anjuran menggunakan pakaian batik tulis baru dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah disampaikan Bupati Pamekasan Baddrut Tamam melalui surat edaran (SE).

Dalam surat edaran nomor: 003/169/432.012/2019 tertanggal 27 Mei 2019 tentang Pemakaian Busana Batik Saat Lebaran yang ditujukan kepada kepala dinas, badan, kepala kantor, kepala BMUN/BUMD, serta camat, lurah dan kepala desa di Pamekasan dijelaskan, bahwa hal itu sebagai upaya untuk menumbuhkembangkan perekonomian, khususnya bagi perajin batik di Kabupaten Pamekasan.

BACA JUGA: Polres Pamekasan Temukan Peredaran Miras Selama Ramadan

Pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) diminta memberi contoh, terutama saat acara silaturahim pada tanggal 1 dan 2 Syawal 1440 Hijriah dan saat bersilaturahmi dengan sanak famili dan kerabatnya.

"Kepada Camat, Lurah dan Kepala Desa untuk menyebarkan isi surat edaran kepada warga di wilayah masing-masing, demikian isi surat edaran yang ditanda tangani langsung oleh Bupati Pamekasan Baddrut Tamam itu. (ant)

Baca Juga

loading...