Supaya Seniman Tampil Nyaman

Penataan Gedung Kesenian Hi-Tech Mall Surabaya
Khoirotul Lathifiyah

Selasa, 28 Mei 2019 - 17:17

JATIMNET.COM, Surabaya - Seluruh penghuni kawasan Gedung Kesenian Hi-Tech Mall mengikuti sosialisasi yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya, Senin 27 Mei 2019.   

Dalam acara itu, pemkot menyampaikan tujuan pengosongan kawasan itu untuk penataan ulang. Hampir seluruh penghuni menyatakan setuju penataan ulang itu. Hanya sedikit yang keberatan meninggalkannya.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya ingin mengembalikan fungsi gedung kesenian. Pasalnya, saat ini kawasan tersebut ditempati berbagai bidang jasa dan usaha di luar bidang kesenian.

Berdasarkan pantauan Jatimnet.com, sejumlah anak kecil tampak bermain-main di gedung kesenian ini, Selasa 28 Mei 2019 siang sekitar pukul 11.00 WIB.

BACA JUGA: Pemkot Surabaya Alihkan Kegiatan Kesenian di Balai Pemuda

Gedung itu juga terlihat ditempati toko kelontong, jasa percetakan, kantor media, kantor Lembaga Pelatihan Perpajakan Indonesia (LP2I) Jawa Timur hingga kantor advokat, pengacara dan kantor hukum. Banyak bidang usaha lain yang menempati kawasan ini.

Beberapa sudut kawasan terlihat kurang terawat dan banyak sampah berserakan. Di beberapa titik bahkan terdapat bekas pembakaran sampah.

RUANG BERMAIN. Kawasan Gedung Kesenian Surabaya menjadi ruang bermain bagi anak-anak daerah sekitar. Foto: Khoirotul Lathifiyah

Seorang narasumber yang enggan disebutkan namanya mengaku sudah kurang lebih 15 tahun menempati kawasan gedung kesenian ini. Ia membayar sewa, retribusi sampah, listrik, air kepada UPTD Hi Tech Mall.

"Tapi sejak Januari 2019 lalu ketika kami akan membayar, sudah tidak diterima," katanya kepada Jatimnet di kawasan Gedung Kesenian, Selasa 28 Mei 2019.

BACA JUGA: Hi-Tech Mall Kembali akan Dikelola Swasta

Beberapa warga lain yang sudah sekian lama tinggal di kawasan ini merasa kebingungan harus berpindah kemana dan dengan biaya apa untuk menyewa di tempat lain. "Engko usung-usung maneh, pindah maneh, ngelu aku mikire," kata beberapa warga yang sedang berkumpul.

Sementara itu, seorang seniman wayang golek, Bagus Wiyadi (62) mengaku sudah 40 tahun tinggal di kawasan Gedung Kesenian Kota Surabaya.

WARUNG. Sejumlah toko kelontong dan warung menempati sebagian kawasan di Gedung Kesenian Surabaya. Foto: Khoirotul Lathifiyah

Pria kelahiran Madiun ini mengatakan para seniman tidak dikenai biasa sewa oleh pemkota dalam menggunakan fasilitas di gedung kesenian ini. Berbeda bagi toko kelontong atau bidang usaha lainnya yang dikenakan biaya sewa dalam pengelolaannya.

"Ya, karena ada wacana penataan dan pengosongan ini, makanya sudah tidak lagi membayar," kata dia.

BACA JUGA: Berubah Fungsi, Pemkot Surabaya Tata Ulang Gedung Kesenian

Yadi mengungkapkan kawasan ini dulunya hanya untuk kegiatan kesenian dan toko kelontong yang menjual makanan saja. Tapi beberapa tahun yang lalu banyak penghuni baru dengan bidang usaha atau jasa yang bermacam-macam.

"Kapan tahunnya tidak tahu, yang ngurus kan UPTD," katanya.

BIDANG JASA. Kawasan Gedung Kesenuan Surabaya juga ditempati berbagai bidang usaha atau jasa lain. Foto Khoirotul Lathifiyah

Ia mengaku senang dengan rencana penataan ulang kawasan tersebut. Apalagi, pihaknya juga diberikan fasilitas tempat latihan secara gratis di Balai Pemuda Surabaya.

Menurut Yadi, pemkot harus serius membenahi kawasan ini. Dengan penataan ini, ia berharap para seniman bisa tampil dengan maksimal. Ia yakin tempat ini akan menunjang peningkatan kreativitas seniman.

Baca Juga

loading...