Sri Mulyani Batasi Tenaga Kerja Asing Dalam Negeri

Rochman Arief

Selasa, 11 Juni 2019 - 22:47

JATIMNET.COM, Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berjanji akan membatasi penggunaan tenaga kerja asing untuk profesi yang memerlukan keahlian khusus.

Janji itu disampaikan Menkeu untuk memberi tanggapan kepada fraksi-fraksi di DPR RI terkait Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) APBN 2020.

“Sejalan dengan pandangan Fraksi Partai Gerindra untuk membatasi tenaga kerja asing hanya untuk profesi yang membutuhkan keahlian (skilled jobs),” kata dia di Jakarta, Selasa 11 Juni 2019.

BACA JUGA: Menaker Klaim Jumlah Tenaga Kerja Asing di Indonesia Sedikit

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu mengatakan pembatasan tenaga kerja asing itu akan diiringi dengan peningkatan sumber daya manusia di dalam negeri. Penggunaan tenaga kerja asing dilakukan jika Indonesia bisa memanfaatkan transfer teknologi dan pengetahuan dari penanam modal asing.

Untuk peningkatan SDM dalam negeri, dia menambahkan, akan dilakukan melalui pendidikan vokasi, pelatihan, sistem magang, serta perbaikan sistem pendidikan. Selain itu, pemerintah akan bekerja sama dengan dunia usaha guna memperbaiki kualitas dan produktivitas tenaga kerja.

Peningkatan kemampuan tenaga kerja domestik ini juga untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sesuai target di 5,3-5,6 persen pada 2020.

BACA JUGA: May Day, Buruh Tuntut Tolak TKA

Menurut data Kementerian Ketenagakerjaan berdasarkan Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA), jumlah tenaga kerja asing (TKA) mencapai 95.335 pekerja hingga akhir 2018.

Dari 95.335 tenaga asing yang bekerja Indonesia, rinciannya adalah tenaga profesional 30.626 orang, manajer 21.237 orang, konsultan dan direksi 30.708 orang. Jumlah tersebut hanya 0,04 persen dari total penduduk Indonesia yang mencapai 268,829 juta jiwa.

Dari jumlah tersebut jumlah tenaga asing yang banyak datang ke Indonesia adalah dari Cina (32.000 tenaga kerja), Jepang (13.897), Korea (9.686), India (6.895) dan Malaysia (4.667).

Sebagai perbandingan, jumlah tenaga kerja asing di Malaysia mencapai 3,2 juta pekerja atau sekitar 10,04 persen dari total penduduk. Kemudian tenaga kerja asing di Singapura mencapai 1,13 juta pekerja atau 19,36 persen dari total penduduk. (ant)

Baca Juga

loading...