Logo

SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 03 Terancam Ditutup Permanen

Reporter:,Editor:

Senin, 12 January 2026 07:30 UTC

SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 03 Terancam Ditutup Permanen

Lokasi SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 03 Ponpes Al Hidayah di Dusun Rejeni, Desa Wonodadi, Kecamatan Kutorejo. Foto: Hasan.

JATIMNET.COM, Mojokerto - Kasus dugaan keracunan massal di Mojokerto berdampak pada dihentikannya program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi 2.679 siswa untuk sementara waktu.

Penghentian ini dilakukan setelah Badan Gizi Nasional (BGN) menonaktifkan sementara operasional SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 03 Ponpes Al Hidayah.

Koordinator Wilayah BGN Mojokerto Rosidian Prasetyo mengatakan bahwa SPPG tersebut mulai beroperasi sejak 22 September 2025. Dapur MBG yang berlokasi di Dusun Rejeni, Desa Wonodadi, Kecamatan Kutorejo ini melayani ribuan penerima manfaat dari berbagai jenjang pendidikan.

Total penerima MBG yang dilayani mencapai 2.679 siswa, mulai dari tingkat taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas dan kejuruan.

Di antaranya, TK Dharma Wanita Singowangi sebanyak 56 siswa, TK Dharma Wanita Wonodadi 32 siswa, TK Dharma Wanita Windurejo 23 siswa, RA Nurul Hidayah Wonodadi 43 siswa.

BACA: 140 Pasien Terdampak Dugaan Keracunan MBG di Mojokerto Dinyatakan Pulih

Kemudian, TK Bustanul Hasanah Windurejo 58 siswa, TK Plus Al Hidayah Kauman 234 siswa, SDN Wonodadi 1 sebanyak 92 siswa, serta SDN Wonodadi 2 sebanyak 68 siswa.

Penerima manfaat lainnya berasal dari MI Nurul Hidayah Wonodadi 81 siswa, SDN Singowangi 257 siswa, SDN Windurejo 1 sebanyak 118 siswa, SDN Windurejo 2 sebanyak 119 siswa.

Juga, MI Nurul Hidayah Kutorejo 183 siswa, SMPN 2 Kutorejo 666 siswa, MTs Mahad An Nur Singowangi 149 siswa, dan SMP Muhammadiyah 3 Kutorejo 101 siswa.

SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 03 Ponpes Al Hidayah juga melayani SMP TI Al Hidavah Wonodadi 188 siswa, MTs Nurul Hidayah Wonodadi 16 siswa. Kemudian, MA Teknologi Informasi Berlian Wonodadi 53 siswa, MA Mahad An Nur Singowangi 24 siswa, SMKS Muhammadiyah 2 Kutorejo 81 siswa, serta SMK Unggulan Al Irfan Wonodadi 23 siswa.

"Senin besok kami pastikan off, surat penghentian operasional SPPG (Yayasan Bina Bangsa Semarang 03 Ponpes Al Hidayah) sudah turun kemarin malam dari BGN," jelas Rosidian, Senin,12 Januari 2026.

BACA: Dugaan Keracunan MBG di Mojokerto, Anggota DPRD Jatim Minta Evaluasi Total SPPG

Menurutnya, penghentian operasional ini berlaku hingga proses investigasi gabungan atas kasus keracunan massal tersebut rampung. Ia menegaskan, dapur MBG tersebut berpotensi ditutup secara permanen apabila terbukti melanggar ketentuan yang berlaku.

"Kalau dirasa melanggar aturan yang ada, pasti kami tutup permanen. Apabila (ada unsur pidana), nanti ada anomali yang merujuk ke (kesalahan) SDM-nya, ada temuan, ada bukti, kami proses dengan hukum yang ada," terangnya.

Terkait kelanjutan MBG bagi ribuan siswa terdampak, Rosidian menyebut pihaknya masih menunggu arahan dari BGN Jawa Timur. Opsi pengalihan layanan ke SPPG lain masih dalam tahap pembahasan.

"Pengalihannya masih kami tanyakan ke pimpinan, apakah bisa di-cover SPPG yang lain. Karena itu kan harus melalui pengajuan proposal oleh SPPG sesuai penerima manfaat. Kami masih menunggu petunjuk," ungkapnya.

Sebelumnya, sebanyak 261 pelajar dari tujuh sekolah dan pondok pesantren mengalami gejala keracunan setelah diduga mengonsumsi menu MBG berupa soto ayam yang diproduksi SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 03 Ponpes Al Hidayah. Makanan tersebut dibagikan pada Jumat  siang, 9 Januari 2026.

BACA: Tim Gabungan Selidiki Dugaan Keracunan MBG di Ponpes Mahad An Nur Mojokerto

Sejumlah fasilitas kesehatan yang menangani korban antara lain Puskesmas Pacet, Gondang, dan Kutorejo, serta RSUD Prof dr Soekandar, RS Sumberglagah, RS Kartini, RS Mawaddah Medika, dan RSI Arofah. Jumlah korban masih berpotensi bertambah karena sebagian pelajar mendatangi fasilitas kesehatan secara mandiri.

Untuk mengungkap penyebab kejadian tersebut, investigasi gabungan tengah dilakukan dengan melibatkan Polres Mojokerto, Kodim 0815, Dinas Kesehatan, serta perwakilan BGN.