Spesialis Jambret Emak-emak, Residivis Diringkus Berkat Rekaman CCTV

Yosibio

Reporter

Yosibio

Rabu, 22 Mei 2019 - 14:37

JATIMNET.COM, Blitar - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Blitar Kota meringkus Yusron Efendi alias Pendi (28), warga Jalan Pakel 1, Desa Wonorejo, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar. Ia merupakan residivis kasus jambret yang khusus menyasar kaum emak-emak di wilayah hukum Polres Blitar Kota

Tersangka yang baru tiga bulan lalu keluar dari penjara ini ditangkap usai menjambret perhiasan berupa kalung milik Indahwati, warga Kelurahan Tanjungsari, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar. Perisitiwa ini terjadi di pinggir jalan selatan Pasar Hewan Dimoro, Kota Blitar.

Modus operandinya, tersangka berkeliling di wilayah Kota Blitar untuk mencari calon korbannya. Dan korban Indahwati yang mengenakan perhiasan emas senilai belasan juta rupiah ini sudah diincar saat melintas di jalan arah menuju Pasar Dimoro.

BACA JUGA: Polsek Gubeng Bekuk Komplotan Jambret Belia

Pelaku kemudian membuntuti korban. Begitu ada kesempatan, pelaku menarik kalung korban hingga putus dari sisi kanan motor korban.

Usai beraksi, pelaku menjual kalung itu ke wilayah Tulungangung seharga Rp 4 juta. Hasil penjualan kemudian dibelikan sebuah sepeda motor vixion dengan cara tukar tambah dengan sepeda motor matic pelaku.

Belum lama menikmati hasil kejahatan, tersangka diringkus petugas kepolisian berkat rekaman CCTV di lokasi pejambretan di pasar Dimoro.

BACA JUGA: Jambret Bersenjata Pisau Berkarat Ditembak Aparat

"Tersangka sudah tujuh kali melakukan penjambretan dan baru keluar dari penjara sekitar tiga atau empat bulan yang lalu. Dia memang sudah spesialis," jelas Kapolres Blitar Kota AKBP Adewira Negara Siregar di Kota Blitar, Rabu 22 Mei 2019.

Polisi mengamankan sejumlah barang bukti antara lain satu unit sepeda motor Yamaha Vixion, seutas kalung emas hasil jambretan di lokasi lain, serta satu unit helm.

Sementara tersangka mengaku telah enam kali keluar masuk penjara atas kasus pejambretan di wilayah Polres Blitar Kota sejak 2013. Sasarannya adalah kalung yang dikenakan kaum emak emak karena lebih mudah dalam melancarkan aksinya.

BACA JUGA: Perempuan Hamil Tua Meninggal Setelah Jadi Korban Tabrak Lari

Hasil kejahatan kemudian dijual di wilayah Tulungagung, dengan harga bervariasi, dan uangnya digunakan untuk bersenang senang di lokalisasi Ngunut, Tulungagung.

"Semua hasilnya (hasil jambret) saya buat senang-senang di komplek (lokalisasi Ngunut)," kata Pendik kepada wartawan.

Dalam setiap kasus penjambretan, pelaku menjalani masa hukuman selama enam bulan penjara. Polisi menjerat Pendi dengan Pasal 365 Subsider Pasal 362 KUHP dengan ancaman pidana penjara selama 9 tahun.

Baca Juga

loading...