JATIMNET.COM, Surabaya – Buronan kasus penjambretan, Hengky Eko Widartanto (38) warga Surabaya berhasil dibekuk Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya, Jawa Timur.

Hengky terpaksa ditembak kaki kirinya karena berusaha kabur saat ditangkap. Pelaku yang selalu membawa pisau berakarat ketika beraksi ini dikenal tega melukai korbannya yang melawan.

“Pelaku merupakan seorang residivis yang sudah empat kali keluar masuk penjara,” kata Kanit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya, Iptu Bima Sakti, Sabtu 23 Maret 2019.

BACA JUGA: Jatanras Polrestabes Bekuk Maling di Taman Bungkul

Menurut Bima, dalam setiap penjambretan pelaku beraksi dengan tersangka lainnya, Tomi Anugrah Lusianto yang bertindak sebagai eksekutor yang ditangkap lebih dulu oleh Polisi.

Di hadapan penyidik, pelaku mengaku baru pertama kali beraksi. Namun polisi menduga mereka sudah lama beraksi untuk menjambret tas serta HP pengendara sepeda motor.

"Modusnya dengan memepet korbannya kemudian mengambil tas milik korban," ujar Bima.

Penjambretan yang dilakukan kedua orang ini terjadi Senin, 21 Januari 2019 sekitar pukul 22.00 WIB. Saat itu korban yang merupakan mahasiswi sedang mengendarai motor sendirian. Ketika berada di depan Kantor Samsat Manyar, korban berhenti karena mendengar ponselnya berdering.

BACA JUGA: Polrestabes Surabaya Bekuk Pelaku Pencabulan terhadap Anak

Saat korban menerima telepon itulah mendadak dari arah belakang muncul dua tersangka yang mengendarai motor berhenti tepat di depan motor korban. Oleh Tomi, korban diancam dengan pisau dapur sambil mengambil HP milik korban dan langsung kabur.

Namun, saat tiba di Jalan Ir Soekarno, keduanya dikagetkan dengan operasi cipta kondisi yang digelar Polsek Mulyorejo. Bukannya memutar arah, mereka malah nekat menabrak salah satu anggota yang berusaha menghentikan motor tersangka.

Keduanya terjatuh setelah menabrak petugas yang berusaha menghentikan mereka. Saat itu juga polisi langsung menangkap Tomi lebih dulu, sedangkan Hengky yang mengetahui rekannya ditangkap langsung kabur menggunakan motornya.

BACA JUGA: Resmob Polrestabes Surabaya Bekuk Spesialis Pencuri Motor

Setelah beberapa bulan, Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya menangkap Hengky di Jalan Gubeng Airlangga. Mengetahui sedang diburu, Hengky sempat melarikan diri, namun polisi lebih sigap dengan menembak kaki kiri pelaku.

Dari tangan pelaku polisi mengamankan satu bilah pisau dapur yang digunakan untuk mengancam korbannya.

Ia mengaku nekat menjambret lantaran perkerjaan sebagai kuli bangunan saat itu tengah sepi. "Saat ditawari itu saya mau saja, karena memang saya butuh uang untuk kebutuhan sehari-hari," ucap Hengky.

Pelaku dijerat dengan pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dengan ancaman hukuman maksimal sembilan tahun penjara.