Senin, 15 June 2026 09:00 UTC

Ilustrasi skater ditendang oleh pengunjung Alun-alun Magetan Foto: ChatGPT
JATIMNET.COM, Magetan – Seorang penghobi skateboard atau skater di Magetan diduga menjadi korban tindakan agresif seorang pengunjung Alun-alun Magetan saat beraktivitas di area skatepark.
Insiden tersebut terjadi ketika sejumlah skater tengah menggunakan Skatepark Alun-Alun Magetan untuk berlatih. Peristiwa itu kemudian viral setelah rekaman video beredar di media sosial.
Menurut komunitas skateboard Magetan, kejadian bermula saat seorang pria datang bersama anaknya dan membiarkan anak tersebut bermain di area skatepark.
Para skater kemudian mengingatkan secara baik-baik agar anak tersebut tidak bermain di area yang sedang digunakan karena berisiko terjadi kecelakaan.
Komunitas juga menyarankan agar anak tersebut bermain di area playground yang berada di sisi timur skatepark.
Namun, setelah itu terjadi ketegangan. Saat salah seorang skater melintas di dekat pengunjung tersebut, pria itu diduga melakukan aksi penendangan ke arah skater. Beruntung, tendangan tersebut tidak mengenai korban.
Penghobi skateboard Magetan Yusuf Rahman Cahyo Kusna mengatakan, komunitas selama ini selalu berupaya menjaga keamanan area sebelum melakukan aktivitas.
“Kami biasanya melakukan clear area terlebih dahulu. Kalau ada anak-anak kecil, pasti kami ajak bicara baik-baik. Kalau anaknya belum paham, biasanya kami sampaikan kepada orang tuanya,” ujarnya, Senin, 15 Juni 2026.
Ia menegaskan, teguran yang diberikan bukan untuk melarang anak-anak berada di kawasan alun-alun, melainkan menjaga keselamatan karena skatepark merupakan fasilitas olahraga ekstrem.
“Teman-teman sudah menyampaikan dengan baik-baik. Tapi kemudian ada tindakan yang menurut kami menghakimi sepihak,” katanya.
Selain insiden tersebut, komunitas skateboard juga berharap pemerintah memperhatikan fasilitas skatepark, terutama pembatas antara area olahraga dan playground agar kejadian serupa tidak terulang.
Sementara itu, Kepala Bidang Tata Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Magetan Sriatun mengatakan pihaknya telah memasang imbauan bahwa skatepark merupakan area olahraga, bukan tempat bermain anak.
“Kami memasang imbauan bahwa skatepark digunakan untuk olahraga bukan untuk bermain. Tim pranata taman juga akan ikut menyosialisasikan kepada pengunjung,” ujarnya. Persoalan antara kedua pihak disebut telah diselesaikan secara damai.
