Server Google Bermasalah di AS, YouTube dan Snapchat Terganggu

Rochman Arief

Senin, 3 Juni 2019 - 16:23

JATIMNET.COM Jakarta – Server Google yang padat di Amerika Serikat bagian timur menyebabkan masalah bagi pengguna Snapchat dan YouTube, Minggu waktu setempat. Para pengguna banyak yang mengeluh di media sosial bahwa aplikasi populer itu tidak dapat diakses.

Dilansir AFP, Google mengakui masalah tersebut. Dalam sebuah pernyataan di halaman status Platform Cloud-nya Google menyebut bahwa mereka berurusan dengan Kepadatan jaringan yang tinggi di AS bagian timur, yang mempengaruhi banyak layanan di Google Cloud, G Suite, dan YouTube.

“Pengguna mungkin merasakan kinerja yang lambat atau eror berkali-kali,” bunyi pernyataan Google, seraya menambahkan bahwa para teknisi telah menyelesaikan satu dari dua langkah untuk memulihkan operasi.

BACA JUGA: Ramadan, Google Keluarkan Fitur Petunjuk Arah Kiblat

Sebelumnya, pada hari itu para pengguna media sosial mengeluhkan lambatnya laman dan aplikasi populer tersebut.

“Google, YouTube, Snapchat, Shopify, semuanya sedang down. Apakah Internet menghilang?" tanya salah satu pengguna Twitter.

Kepala Komunikasi Google Indonesia Jason Tedjasukmana, Senin 3 Juni 2019, mengatakan masalah jaringan di AS bagian timur yang mempengaruhi Google Cloud, G Suite dan YouTube telah diatasi pukul 16.00 petang waktu AS. Pihaknya akan melakukan perbaikan pada sistem untuk mencegah hal itu terjadi lagi.

“Kami minta maaf untuk semua yang terdampak oleh masalah hari ini. Pelanggan selalu bisa mengetahui pembaruan terkini pada sistem kami di dasbor status kami,” katanya.

BACA JUGA: Google Rilis Ponsel Pixel 3a Seharga Rp 5 Jutaan

Cloud computing adalah salah satu layanan Google yang paling menguntungkan, tetapi menghadapi persaingan ketat dari perusahaan teknologi lain seperti Amazon dan Microsoft.

Pada bulan Maret lalu, jaringan sosial terbesar di dunia, Facebook, menyalahkan perubahan konfigurasi server atas pemadaman masif yang memengaruhi aplikasi-aplikasinya di seluruh dunia.

Pemadaman ini memengaruhi pengguna setidaknya selama 12 jam di sebagian besar wilayah dunia, dengan dampak terbesar di Amerika Utara dan Eropa, berdasarkan sebuah situs tracking pada saat itu. (ant)

 

Catatan: Redaksi telah mengubah judul

Baca Juga

loading...