Serunya Festival Balon Udara Di Ponorogo

Gayuh Satria Wicaksono

Rabu, 12 Juni 2019 - 11:43

JATIMNET.COM, Ponorogo - Festival Balon Ponorogo kembali digelar tahun ini di Lapangan Nongkodono, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo. Sebanyak 49 peserta mengikuti festival yang telah tiga kali diselenggarakan di kota berjuluk Bumi Reog ini.

Pantauan Jatimnet.com, puluhan balon berukuran jumbo melayang-layang di atas lapangan Nongkodono. Ratusan penonton tampak begitu antusias menyaksikan atraksi menerbangkan balon udara ini. 

Berdasarkan informasi yang dihimpun Jatimnet.com, para peserta menyiapkan balon dan tungku asap sejak Rabu dinihari. Penerbangan balon pada Festival Balon kali ini tidak menggunakan sumbu api yang di ikat pada balon udara. Namun, menggunakan asap dari tungku yang telah disiapkan masing-masing peserta.

BACA JUGA: Dishub Jatim Minta Masyarakat Tidak Terbangkan Balon Udara

Tungku yang diisi daun kelapa kering ini akan akan menghasilkan asap tebal jika dibakar. Asap tersebut akan mengisi dan memenuhi balon udara dan akan membuat balon ini terbang.

Namun, panitia melarang peserta melepas begitu saja balon udaranya. Balon tersebut harus diikat dengan tali tambang. Batas ketinggian yang diperbolehkan untuk menerbangkan balon itu maksimal 50 meter dari permukaan tanah.

FESTIVAL BALON. Peserta tengah menyiapkan penerbangan balon. Foto: Gayuh Satria

“Lapangan Udara (Lanud) Iswahyudi mendukung kegiatan festival balon udara ini, karena menjadi kearifan lokal suatu daerah,” kata Komandan Lanud Iswahyudi Mareskal Pertama TNI Widyargo Ikoputra, Rabu 12 Juni 2019.

Iko menerangkan jika penerbangan balon udara ini sesuai dengan regulasi, maka tidak akan mengganggu dan membahayakan penerbangan. Salah satu regulasi itu adalah tidak menggunakan sumbu api dan balon harus ditambatkan.

BACA JUGA: Lanud Iswahjudi Bangun Apron Sukhoi SU-35

Sejauh ini pihak Lanud belum menerima adanya laporan terkait gangguan keberadaan balon udara dari para pilot pesawat tempur. Ia mengimbau kepada warga untuk tetap menjaga tradisi festival balon ini dengan tetap mematuhi aturan dan undang-undang yang berlaku.

“Kami mendengar balon udara yang tidak terkontrol bisa sampai ketinggian 10 ribu kaki. Pesawat bisa menabraknya menutupi kokpit. Karena itu patuhi aturan dari Airnav dan Kementrian perhubungan,” terangnya.

FESTIVAL BALON. Beragam bentuk karakter balon diterbangkan di atas lapangan Nongkodono. Foto: Gayuh Satria

Pengamatan Jatimnet.com, berbagai bentuk balon dengan ukuran beragam diterbangkan oleh para peserta mulai dari karakter Reog hingga tokoh kartun Doraemon. Beberapa balon berbentuk konvensional. Namun, karena motifnya batik dan dengan warna yang meriah, balon udara ini tampak menarik.

BACA JUGA: Lanud Iswahjudi Tak Persoalkan Tradisi Balon Udara di Ponorogo

Awalnya, sebagian peserta terkendala kencangnya tiuan angin saat hendak menerbangkannya. Namun, menjelang siang beberapa balon bisa terbang. Beberapa balon putus talinya karena angin yang berhembus kencang.

Rifki Barul Ilmi, salah satu perserta menerbangkan balon udara dengan karakter Doraemon. Ia mengaku telah menyiapkannya selama tiga hari. Balon buatannya itu berbahan kertas minyak dan lem.

Bersama dengan 8 orang temannya, ia mengaku telah menghabiskan biaya sekitar Rp 250 ribu untuk balon dengan karakter Doraemon ini. “Ini lomba ketiga yang kami ikuti, tahun lalu kami membuat karakter Spongebob. Saat itu kami meraih juara pertama untuk kategori balon terunik,” pungkasnya.

Baca Juga

loading...