Lanud Iswahjudi Bangun Apron Sukhoi SU-35

Nd. Nugroho

Selasa, 19 Maret 2019 - 20:56

JATIMNET.COM, Magetan – TNI Angkatan Udara mulai mempersiapkan diri menyusul rencana pemerintah membeli pesawat tempur Sukhoi SU-35 dari Rusia. Bahkan, Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Yuyu Sutisna telah melakukan peletakan batu pertama pembangunan apron (pelataran pesawat) di Skadron Udara 14 Pangkalan Udara (Lanud) Iswahjudi, Madiun, Senin 18 Maret 2019.

Sesuai rencana, Skadron Udara 14 akan dijadikan home base bagi pesawat baru yang dibeli melalui sistem imbal dagang antara pemerintah Indonesia dengan Rusia. Namun, hingga kini kedatangan jet tempur generasi 4.0 itu belum dapat dipastikan.

“Kita tunggu saja,” kata Komandan Lanud Iswahjudi Marsekal Pertama Widyargo Ikoputra, Selasa, 19 Maret 2019.

BACA JUGA: Pesawat Tempur F-16 A/B Diupgrade Senjata Canggih

Dalam masa penantian itu, pihak Lanud telah melakukan sejumlah persiapan. Empat dari sejumlah penerbang jet tempur dari Skadron Udara 14 mengikuti latihan mengoperasikan pesawat Sukhoi SU-30 di Lanud Sultan Hasanuddin, Makasar. Teknologi pada pesawat itu dinilai hampir sama dengan Sukhoi SU-35.

Penerbang tempur lain dari satuan tempur yang sama, Iko, panggilan akrab Widyargo Ikoputra, menyatakan juga ikut menerbangkan pesawat F-16 C/D yang bermarkas di Skadron Udara 3 dan pesawat T50i Golden Eagle dari Skadron Udara 15 Lanud Iswahjudi. “Tidak ada penerbang yang menganggur,” ujar dia.

Keikutsertaan penerbang tempur Skadron Udara 14 dalam latihan di satuan lain akibat kekosongan pesawat. Sejak April 2016, jet tempur F-5 E/F Tiger yang menghuni satuan tempur itu dinyatakan grounded (diikandangkan).

BACA JUGA: T 50i Golden Eagle dan F 16 Asah Skill Terbang Malam

Sebagian di antaranya telah dijadikan monumen di beberapa tempat seperti depan pos timur Lanud Iswahjudi dan Alun-alun Caruban, Kabupaten Madiun.

Untuk menggantikan pesawat F-5 E/F, pemerintah berencana membeli pesawat Sukhoi SU-35 yang nantinya bakal ber-home base di Skadron Udara 14 Lanud Iswahjudi. Karena itu, Iko optimistis, pembangunan infrastruktur pendukung akan berlanjut.

“Menjelang apron jadi, pasti akan muncul kontrak baru. Tapi, seluruh tahapannya terpusat,” kata dia.

Baca Juga

loading...