Dishub Jatim Minta Masyarakat Tidak Terbangkan Balon Udara

Baehaqi Almutoif

Minggu, 9 Juni 2019 - 10:10

JATIMNET.COM, Surabaya - Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Timur meminta masyarakat tidak menerbangkan balon udara tanpa awak karena bisa membahayakan penerbangan.

“Pandangan pilot bisa terganggu,” kata Kepala Dishub Jawa Timur Fattah Jasin, Sabtu 9 Juni 2019.

Bahaya lainnya, balon udara bisa mengakibatkan mesin rusak ketika masuk ke mesin dan potensi pesawat menabrak balon juga cukup besar.

BACA JUGA: Lanud Iswahjudi Tak Persoalkan Tradisi Balon Udara di Ponorogo

Fattah Jasin mengaku telah melakukan sosialisasi kepada dishub kabupaten/kota secara rutin tentang imbauan tidak menerbangkan balon udara. Bahkan surat edaran telah diterbitkan agar masyarakat tidak lagi melepas balon yang sudah menjadi tradisi ketika Idul Fitri.

"Di masa arus mudik dan balik seperti sekarang masyarakat agat tidak lagi menerbangkan balon udara," katanya.

Ia mengungkapkan, sudah banyak keluhan dari para pilot yang merasa terganggu dengan keberadaan balon-balon udara yang melintas di wilayah Blitar dan sekitarnya.

Pelepasan balon udara ketika Idul Fitri memang marak di sebagian daerah di Pulau Jawa dan sudah menjadi tradisi. Di Jawa Timur, tradisi penerbangan balon udara terjadi di daerah Ponorogo.

BACA JUGA: Realisasi Bandar Udara Kediri Tunggu Keputusan Menteri Perhubungan

Pemerintah mengeluarkan peraturan untuk mengatur hal ini melalui Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 40 tahun 2018 tentang penggunaan balon udara.

Pada peraturan tersebut, balon udara tradisional boleh diterbangkan dengan ketentuan ditambatkan dengan tali maksimum 125 meter dari tanah, ukuran balon maksimum diameter 4 meter dan tinggi 7 meter.

Selain itu, setiap kegiatan penerbangan balon harus meminta izin kepada otoritas bandara dan pemerintah daerah.

Baca Juga

loading...