Kamis, 05 March 2026 06:59 UTC

Tim reaksi cepat BPBD Banyuwangi- evakuasi pohon tumbang di jalan raya Banyuwangi. Foto: BPBD Banyuwangi
JATIMNET.COM, Banyuwangi – Cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang menerjang wilayah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, sejak Rabu (4/3/2026) malam hingga Kamis (5/3/2026) siang. Kondisi tersebut menyebabkan pohon tumbang di sedikitnya 13 titik dan menimbulkan kerusakan pada puluhan rumah warga.
Angin kencang mulai melanda wilayah kota dan sekitarnya pada Kamis pagi sekitar pukul 09.00 WIB. Salah satu dampak paling signifikan terjadi di ruas jalan nasional Kabat–Banyuwangi. Sebuah pohon trembesi berukuran besar tumbang dan menutup badan jalan sehingga arus lalu lintas sempat terganggu.
"Jalur nasional sempat terganggu dan diberlakukan sistem buka-tutup. Namun, tim gerak cepat kami berhasil mengevakuasi material pohon dalam waktu kurang dari satu jam agar lalu lintas kembali normal," ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banyuwangi, Partana, Kamis (5/3/2026).
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat cuaca buruk sebenarnya telah terjadi sejak Rabu malam. Kecamatan Tegalsari menjadi wilayah yang mengalami dampak paling parah setelah hujan deras dan angin kencang menerjang sejumlah desa.
Tiga desa yang terdampak paling signifikan yakni Desa Tegalsari, Desa Tegalrejo, dan Desa Dasri. Berdasarkan data terbaru BPBD, sebanyak 57 rumah warga di Kecamatan Tegalsari mengalami kerusakan dengan tingkat kerusakan mulai dari ringan hingga berat.
Kerusakan juga terjadi di wilayah lain. Di Desa Tamansari, Kecamatan Licin, dua rumah warga dilaporkan rusak dan satu rumah lainnya sempat terendam banjir akibat hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut.
Selain merusak rumah warga, pohon tumbang juga sempat memutus akses jalan antar-desa. Salah satunya terjadi di Desa Tegalsari, ketika batang pohon besar melintang di badan jalan sehingga kendaraan tidak dapat melintas.
"Kami telah membagi tim ke berbagai titik untuk mempercepat penanganan, baik evakuasi pohon maupun pendataan bantuan bagi warga yang rumahnya terdampak," pungkas Partana.
