Seorang Pelajar Asal Medan Meninggal di Cina

Dyah Ayu Pitaloka

Jumat, 12 April 2019 - 11:33

JATIMNET.COM, Surabaya  - Richard Son (22), seorang Warga Negara Indonesi yang tinggal di Cina ditemukan meninggal di sungai Xietang yang berhulu di Danau Dushu, Kota Suzhou, Selasa 9 April 2019.

Polisi setempat kini sedang menyelidiki penyebab kematian laki-laki yang berstatus pelajar, di salah satu perguruan tinggi di di Kota Suzhou, Provinsi Jiangsu itu.

"Dari komunikasi dengan pihak keluarga disampaikan bahwa selesai proses penyelidikan jenazah oleh pihak kepolisian yang saat ini masih berjalan, pihak keluarga akan mengkremasi jenazah dan kemudian abunya akan dibawa pulang ke Medan," kata pelaksana Fungsi Protokol dan Konsuler KJRI Shanghai Muhammad Arifin, Kamis 11 April 2019 malam.

KJRI sedang menyiapkan beberapa dokumen yang perlu dilengkapi, terkait proses penerbitan notifikasi hasil autopsi, seperti yang diminta oleh pihak kepolisian setempat, sebelum jenazah Richard Son bisa diserahkan kepada pihak keluarga, untuk selanjutnya dikremasi.

BACA JUGA: WNI Magang di Jepang Ditusuk Orang Tak Dikenal

"KJRI akan terus berkoordinasi dengan pihak keluarga dan kepolisian setempat sampai dengan proses akhir dan kepulangan keluarga ke Tanah Air," ujarnya.

Arifin menjelaskan, bahwa pada Sabtu 7 April 2019, pihaknya mendapatkan laporan soal seorang pria yang hilang. Pria tersebut berstatus pelajar di salah satu perguruan tinggi di Kota Suzhou, Provinsi Jiangsu.

Sebelumnya, terdapat pesan berantai di media sosial Wechat, yang menyebutkan bahwa korban hilang, sejak Kamis 4 April 2019 malam.

Setelah mendapatkan informasi itu, KJRI menghubungi pihak kepolisian di Provinsi Jiangsu.

BACA JUGA: Konser Gamelan di Selandia Baru untuk Peringati Sepekan Penembakan

Kemudian, pada Selasa 9 April 2019 pagi, KJRI mendapatkan informasi melalui telepon dari pihak kantor Kepolisian Distrik Yonganqiao, Suzhou, terkait penemuan jasad laki-laki di sungai Xietang, yang berhulu di Danau Dushu, Kota Suzhou.

Korban berusia 22 tahun itu teridentifikasi dengan nama Richard Son, berdasarkan keterangan pada KTP yang ditemukan di tubuh jenazah.

KJRI langsung menghubungi pihak keluarga korban di Medan, Sumatera Utara. Pihak keluarga memutuskan untuk segera berangkat dari Medan menuju Suzhou melalui Shanghai.

Sampai saat ini, masih belum diketahui penyebab kematian pelajar Indonesia tersebut.

BACA JUGA: Final Piala Presiden, ASN Malang Wajib Pakai Atribut Arema

Sementara itu, Ketua Umum Perhimpunan Pelajar Indonesia di Tiongkok (PPIT) Fadlan Muzakki menyatakan prihatin dengan pesan berantai di Wechat, yang menyebutkan bahwa sebagian anggota tubuh korban hilang saat korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.

"Kasus itu tidak terkait adanya usaha pembunuhan dengan motif pengambilan organ tubuh korban," katanya. (ant)

Baca Juga

loading...