Logo

Semarak HUT ke-81 RI, 30 Anak Warnai Ciphy di Crown Prince Hotel Surabaya

Reporter:,Editor:

Senin, 17 August 2026 12:30 UTC

Semarak HUT ke-81 RI, 30 Anak Warnai Ciphy di Crown Prince Hotel Surabaya

Kemeriahan lomba mewarnai yang digelar Crown Prince Hotel Surabaya, Senin, 17 Agustus 2026. Foto: Januar

JATIMNET.COM, Surabaya — Sebanyak 30 anak mengikuti lomba mewarnai bertajuk “Warna-Warni Kemerdekaan” di Crown Prince Hotel Surabaya, Senin, 17 Agustus 2026.

Kegiatan ini digelar untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus mengenalkan nilai nasionalisme kepada anak-anak melalui kreativitas.

Peserta dibagi dalam dua kelompok usia, yakni 15 anak tingkat Taman Kanak-Kanak (TK) berusia 4-6 tahun dan 15 anak tingkat Sekolah Dasar (SD) berusia 7-11 tahun.

Peserta mendapat dua gambar maskot hotel, Ciphy, untuk diwarnai. Gambar pertama menampilkan Ciphy memegang bendera Merah Putih, sedangkan gambar kedua memperlihatkan Ciphy memeluk gedung Crown Prince Hotel.

Food & Beverage Manager Crown Prince Hotel Surabaya sekaligus juri, Didik Irwanto, mengatakan penilaian tidak hanya melihat hasil akhir, tetapi juga kreativitas anak dalam menuangkan ide.

“Setiap anak punya karakter dan cara sendiri dalam mengekspresikan ide. Kami melihat bagaimana mereka berani menuangkan kreativitas melalui warna,” ujar Didik.

Menurut Didik, penggunaan Ciphy dan bendera Merah Putih menjadi cara sederhana untuk mengenalkan kecintaan terhadap Indonesia kepada anak-anak.

Public Relations Crown Prince Hotel Surabaya, Theo, mengatakan konsep lomba dibuat sederhana agar pesan kemerdekaan dapat diterima melalui aktivitas yang menyenangkan.

“Kami ingin nasionalisme hadir dalam bentuk yang dekat dengan dunia anak. Ciphy yang memegang Merah Putih dan Ciphy yang memeluk hotel memiliki pesan tentang mencintai dan menjaga,” katanya.

Antusiasme peserta terlihat sejak lomba dimulai. Anak-anak bebas memilih warna sesuai imajinasi, sementara orang tua mendampingi selama perlombaan.

Didik mengatakan kegiatan tersebut bukan semata mencari pemenang. Menurutnya, keberanian anak untuk berkarya dan percaya diri dengan hasilnya menjadi hal yang lebih penting.

“Yang paling penting anak-anak berani berkarya dan percaya diri dengan hasil mereka. Setiap karya memiliki keunikan masing-masing,” ujarnya.

Melalui kegiatan tersebut, pesan nasionalisme dikenalkan melalui aktivitas sederhana yang dekat dengan dunia anak. Theo berharap nilai cinta Tanah Air dapat tumbuh melalui kebiasaan menjaga lingkungan dan menghargai orang-orang di sekitar.

“Nilai cinta tanah air bisa dimulai dari hal kecil. Ketika anak belajar mencintai dan menjaga lingkungan di sekitarnya, itu juga menjadi bagian dari cara mereka belajar mencintai Indonesia,” pungkasnya.

JATIMNET.COM, Surabaya — Sebanyak 30 anak mengikuti lomba mewarnai bertajuk “Warna-Warni Kemerdekaan” di Crown Prince Hotel Surabaya, Senin, 17 Agustus 2026.

Kegiatan ini digelar untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus mengenalkan nilai nasionalisme kepada anak-anak melalui kreativitas.

Peserta dibagi dalam dua kelompok usia, yakni 15 anak tingkat Taman Kanak-Kanak (TK) berusia 4-6 tahun dan 15 anak tingkat Sekolah Dasar (SD) berusia 7-11 tahun.

Peserta mendapat dua gambar maskot hotel, Ciphy, untuk diwarnai. Gambar pertama menampilkan Ciphy memegang bendera Merah Putih, sedangkan gambar kedua memperlihatkan Ciphy memeluk gedung Crown Prince Hotel.

Food & Beverage Manager Crown Prince Hotel Surabaya sekaligus juri, Didik Irwanto, mengatakan penilaian tidak hanya melihat hasil akhir, tetapi juga kreativitas anak dalam menuangkan ide.

“Setiap anak punya karakter dan cara sendiri dalam mengekspresikan ide. Kami melihat bagaimana mereka berani menuangkan kreativitas melalui warna,” ujar Didik.

Menurut Didik, penggunaan Ciphy dan bendera Merah Putih menjadi cara sederhana untuk mengenalkan kecintaan terhadap Indonesia kepada anak-anak.

Public Relations Crown Prince Hotel Surabaya, Theo, mengatakan konsep lomba dibuat sederhana agar pesan kemerdekaan dapat diterima melalui aktivitas yang menyenangkan.

“Kami ingin nasionalisme hadir dalam bentuk yang dekat dengan dunia anak. Ciphy yang memegang Merah Putih dan Ciphy yang memeluk hotel memiliki pesan tentang mencintai dan menjaga,” katanya.

Antusiasme peserta terlihat sejak lomba dimulai. Anak-anak bebas memilih warna sesuai imajinasi, sementara orang tua mendampingi selama perlombaan.

Didik mengatakan kegiatan tersebut bukan semata mencari pemenang. Menurutnya, keberanian anak untuk berkarya dan percaya diri dengan hasilnya menjadi hal yang lebih penting.

“Yang paling penting anak-anak berani berkarya dan percaya diri dengan hasil mereka. Setiap karya memiliki keunikan masing-masing,” ujarnya.

Melalui kegiatan tersebut, pesan nasionalisme dikenalkan melalui aktivitas sederhana yang dekat dengan dunia anak. Theo berharap nilai cinta Tanah Air dapat tumbuh melalui kebiasaan menjaga lingkungan dan menghargai orang-orang di sekitar.

“Nilai cinta tanah air bisa dimulai dari hal kecil. Ketika anak belajar mencintai dan menjaga lingkungan di sekitarnya, itu juga menjadi bagian dari cara mereka belajar mencintai Indonesia,” pungkasnya.