Rabu, 28 October 2026 04:15 UTC

Pelaksanaan Fire Fighter Survival Training oleh Satpol PP Jawa Timur di Claket, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, pada 27-29 Oktober 2026. Foto: Wanto.
JATIMNET.COM, Mojokerto – Petugas pemadam kebakaran tidak hanya dituntut sigap memadamkan api, tetapi juga mampu mengenali bahaya dan menyelamatkan diri saat menghadapi situasi darurat.
Untuk meningkatkan kemampuan tersebut, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Jawa Timur menggelar Fire Fighter Survival Training di Claket, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, pada 27-29 Oktober 2026.
Risiko tinggi yang dihadapi petugas saat memadamkan kebakaran menjadi alasan Satpol PP Jatim menggelar pelatihan tersebut. Petugas tidak hanya berhadapan dengan kobaran api, tetapi juga berbagai ancaman lain yang dapat membahayakan keselamatan selama proses pemadaman.
Ancaman itu meliputi paparan panas dan asap, keterbatasan jarak pandang, kekurangan oksigen, bahaya listrik, hingga potensi bangunan runtuh serta kondisi angin dan medan yang sulit. Dalam situasi tersebut, petugas dituntut mampu mengenali bahaya, menilai risiko, mengambil keputusan dengan tepat, dan tetap disiplin menjalankan prosedur keselamatan.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP Provinsi Jawa Timur, Hadid Manggala Shofwan, mengatakan peningkatan kapasitas diperlukan untuk memastikan petugas mampu menghadapi berbagai risiko tersebut.
“Maka dari itu diperlukan peningkatan pengetahuan, keterampilan teknis, kesiapsiagaan, serta kemampuan mengenali bahaya dan menerapkan prosedur keselamatan kerja,” terang Hadid.
Dalam pelatihan ini, peserta mendapat penguatan kemampuan menilai risiko, termasuk mengenali lokasi dan perilaku api, serta memastikan kesiapan dan ketepatan penggunaan perlengkapan keselamatan.
Materi lainnya mencakup pengambilan keputusan kritis, koordinasi tim, komunikasi saat evakuasi, pemeriksaan alat pelindung diri (APD). Selain itu, pemahaman batas kemampuan peralatan, pemantauan kondisi, hingga teknik menyelamatkan diri dan rekan kerja.
Pelatihan juga dilengkapi simulasi berbasis skenario, evaluasi, serta pengenalan teknologi pendukung seperti drone dan sistem informasi.
“Melalui kegiatan ini, diharapkan terwujud aparatur pemadam kebakaran dan penyelamatan yang tangguh, profesional yang mengutamakan keselamatan, serta mampu merespons situasi darurat secara cepat, tepat, dan terkoordinasi,” tutup Hadid.
