Sandiaga: Janji Kampanye Lebih Berat dari Pil KB

Baehaqi Almutoif

Kamis, 4 April 2019 - 19:59

JATIMNET.COM, Surabaya – Calon Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno kembali menebar janji saat melakukan kampanye di Gedung DBL Arena, Surabaya, Kamis 4 April 2019.

Janji yang disampaikan mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu akan menyejahterakan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Menurutnya, kesejahteraan guru PAUD adalah komitmen yang harus dijaga.

“Saya pernah menganggarkan Rp 93 miliar untuk PAUD saat masih menjadi Wagub DKI Jakarta. Ada tambahan Rp 500 ribu per orang (guru). Kalau saya diberi amanah semoga saja (bisa wujudkan),” ujar Sandiaga Uno saat menggelar dialog interaktif bersama guru PAUD di DBL Arena Surabaya.

BACA JUGA: Gelora Delta Sidoarjo Diputihkan Pendukung Prabowo-Sandiaga

Sandiaga Uno menegaskan janji pilpres sangat berat bila dibandingkan dengan Pil KB (Keluarga Berencana). “Pil KB kalau lupa (minum) pasti jadi (hamil). Jadi gak boleh ingkar, karena janji itu utang,” tegasnya.

Sandiaga Uno mengaku telah melakukan safari politik di 150 titik dan sudah bertemu dengan beberapa guru PAUD. Banyak keluhan yang disampaikan kepadanya, yang rata-rata mengeluhkan soal kesejahteraan yang tidak sebanding.

“Saya bertemu dengan salah satu guru PAUD yang bernama Subianti, ia mengaku bahwa guru PAUD ingin diwongke (diorangkan). Mereka ingin perhatian sebagai pendamping,” ungkapnya.

Sandiaga pun berjanji akan pasang badan untuk guru PAUD. Dia berjanji berjuang agar pendidikan anak usia dini menjadi prioritas, dan terintegrasi dengan pendidikan yang lain. Begitu pun dengan pendidikan PAUD juga harus dikoreksi agar lebih menyenangkan bagi anak-anak.

BACA JUGA: Sandiaga Bakal Tambah Dana Riset Bagi Pemuda

Kurikulum PAUD, menurut Sandi, tidak boleh membebani siswanya. Caranya dengan mengisi permainan serta akhlakul karimah.

Dalam kesempatan itu, Sandiaga juga menandatangani komitmen Indonesia menang untuk PAUD. Diantaranya, PAUD menjadi satu kesatuan pendidikan seperti jenjang pendidikan yang lainnya. Kemudian Meningkatkan kesejahteraan praktisi PAUD, sebab saat ini honor guru PAUD berksiar Rp 100-Rp250 ribu per bulan.

Dia juga berjanji meningkatkan profesionalisme para praktisi PAUD (memberi bantuan biaya untuk selesaikan studi S1 PAUD, sebagai persyaratan memberikan pembelajaran atau akta mengajar sebagai guru PAUD.

Selain itu, dia berjanji kembali membuka moratorium S1 PAUD di perguruan tinggi secara berkala, dan terakhir melakukan akreditasi bagi praktisi PAUD.

Baca Juga

loading...