Rusia Tak Cabut Izin Terbang Superjet Sukhoi Pasca Kecelakaan

Dyah Ayu Pitaloka

Selasa, 7 Mei 2019 - 13:52

JATIMNET.COM, Surabaya – Rusia tak mencabut izin terbang Superjet Sukhoi pasca terbakarnya pesawat Aeroflot yang menewaskan 41 penumpang, pada Minggu 5 Mei 2019.

“Tak ada larangan terbang untuk itu,” kata Menteri Transportasi Rusia Yevgeny Ditrikh, pada reporter dalam konferensi pers tentang Sukhoi, dikutip dari Reuters, Senin 6 Mei 2019.

Rekaman video menayangkan pesawat Aeroflot mendarat darurat dan terbakar, saat berjalan di atas Bandara Sheremtyevo, Moskow.

Pesawat mengangkut 73 penumpang dan lima kru.

BACA JUGA: Aeroflot-Sukhoi Rusia Terbakar Saat Mendarat, 41 Penumpang Meninggal

Ditrikh mengatakan jika jenazah dari 41 penumpang telah ditemukan. 33 penumpang dan empat kru selamat dari kecelakaan.

Tujuh penumpang dalam perawat serius di Rumah Sakit. Seorang warga Amerika Serikat ikut menjadi korban dalam kecelakaan itu, kata pihak AS.

Pasca kecelakaan, Yamal Airlines, maskapai kedua terbesar di Rusia yang mengoperasikan Superjet, menyatakan telah membatalkan pembelian 10 pesawat, kata kantor berita TASS.

TASS mengutip jika pembatalan dilakukan karena tingginya biaya perbaikan dan bukan perhatian pada keamanan.

BACA JUGA: Pesawat Jet Bombardier Jatuh di Meksiko, Belasan Penumpang Tewas

Sedangkan, maskapai berbiaya ringan asal Meksiko, Interjet Airlines, mengatakan jika mereka juga mengoperasikan lima Superjet, “dengan standar keamanan tertinggi”. Maskapai menegaskan jika mereka akan mengikuti hasil penyelidikan di Rusia, katanya pada Senin.

Sementara, proses penyelidikan sedang bekerja untuk mencari tahu mengapa Aeroflot yang terbang dari Moskow menuju Murmansk, memutuskan melakukan pendaratan darurat, dan berakhir dengan pendaratan yang salah.

Berbagai variasi diperiksa, termasuk kemungkinan kegagalan teknis, kesalahan manusia dan kondisi cuaca buruk.

Pesawat itu dibuat di Timur Jauh Rusia pada Agustus 2017, dan telah mendapatkan perbaikan pada April tahun ini.

BACA JUGA: "Menjadi" Pilot Cessna 172 di Pameran Inovasi Banyuwangi

Maskapai Aeroflot memiliki catatan panjang tentang keselamatan penerbangan, pasca bubarnya Uni Soviet.

Sekarang, maskapai ini menjadi salah satu maskapai modern dunia, dengan rute internasional di mana sebagian besar armadanya menggunakan Boeing dan Airbus.

Namun, Aeroflot juga memiliki sekitar 50 pesawat Superjet Sukhoi yang beroperasi baik dalam rute domestik dan internasional, dan berencana memesan 100 pesawat lagi.

Superjet yang terbang pertama kali di tahun 2011 telah menerima banyak kekhawatiran atas keselamatan dan ketangguhan, termasuk larangan terbang pada Desember 2016, setelah kerusakan ditemukan pada bagian ekor pesawat.

BACA JUGA: Ini Sepuluh Perusahaan Penerbangan Terbaik Versi Trip Advisor 

Pesawat Superjet Sukhoi jatuh di Indonesia di tahun 2012 dan menewaskan 45 penumpang dalam kecelakaan yang disebut sebagai akibat dari kesalahan manusia.

Baca Juga

loading...