Rp10 Miliar Target Zakat Profesi Baznas Ponorogo Tak Tercapai

Tahun lalu, zakat yang terkumpul di Baznas hanya mencapai Rp 1,2 miliar.
Gayuh Satria Wicaksono

Kamis, 30 Mei 2019 - 09:35

JATIMNET.COM, Ponorogo – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Ponorogo memprediksi target zakat profesi sebesar Rp 10 miliar per tahun, yang dikumpulkan dari Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Ponorogo, tak tercapai.

Sebab, data Baznas dari bulan Januari sampai dengan Maret 2019, dana zakat profesi yang terkumpul masih Rp 509 juta, dengan rata-rata setiap bulannya terkumpul Rp 106 juta.

“Kesadaran tentang zakat pada ASN di Ponorogo masih sangat rendah, soalnya aturan tersebut tidak dipatuhi oleh semua ASN,” kata Ketua Baznas Ponorogo Luhur Karsanto, Kamis 29 Mei 2019.

Luhur menerangkan, dengan terbitnya Peraturan Bupati  Nomor 44 Tahun 2018  tentang pelaksanaan zakat bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo, seharusnya sudah secara otomatis gaji setiap ASN terpotong sebesar 2,5 persen setiap bulannya.

BACA JUGA: Dua Ribuan Warga Probolinggo Terima Paket Zakat

Namun, menurutnya, potongan sebesar 2,5 persen dari gaji pokok 12 ribu ASN setiap bulannya,  yang seharusnya bisa mencapai target sampai Rp 10 miliar rupiah per tahun, hanya mencapai 15 persen dari target yang ditetapkan, atau hanya terkumpul Rp 1,2 miliar, tahun lalu.

Hal ini, menurutnya karena Bupati tidak ingin sewenang-wenang dalam aturannya, maka pengumpulan zakat masih dilakukan secara manual, dan sesuai dengan kesadaran dari masing-masing ASN.

Pengumpulan zakat ASN di Ponorogo, masih dikumpulkan melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, sehingga ASN harus datang sendiri ke OPD dan kemudian dikumpulkan oleh bendahara, baru setelah itu disetorkan kepada Baznas.

“Sebenarnya kami sudah menyediakan sebuah sistem yang bisa online dan langsung dipantau oleh pusat, ada 5 rekening yang telah disediakan, namun kenyataaanya banyak ASN yang belum siap,” ujarnya.

BACA JUGA: Khofifah Anggap Potensi Zakat Masih Besar

Sementara itu, Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni saat dikonfirmasi terkait zakat profesi menuturkan, jika pihaknya telah melaksanakan aturan tersebut dengan memotong 2,5 persen gaji dari ASN, yang berada di lingkup pemkab Ponorogo.

Namun, terkait besaran jumlah zakat profesi yang telah terkumpul di Baznas, ia mengaku belum mengetahui secara rinci, karena saat ini belum mendapat laporan resmi dari Baznas.

“Eselon 4, 3 dan 2 sudah kami potong, namun jika masih banyak yang belum membayarkan zakatnya bisa saja gajinya sudah habis terpotong oleh utang, seharusnya tetap wajib pajak, tapi kalo uangnya tidak ada bagaimana,” pungkasnya.

Baca Juga

loading...