Logo

Roadshow Film "Lobang Buaya" di Jember Hadirkan Workshop Perfilman untuk Mahasiswa Unej

Reporter:

Minggu, 20 September 2026 13:00 UTC

Roadshow Film "Lobang Buaya" di Jember Hadirkan Workshop Perfilman untuk Mahasiswa Unej

Hanung Bramantyo berbagi pengalaman perfilman dalam workshop Lobang Buaya bersama para mahasiswa, jurnalis dan masyarakat di Jember, Minggu, 20 September 2026. Foto: Adi

JATIMNET.COM, Jember –  Roadshow dan pemutaran spesial film Lobang Buaya 309 Hari Sebelum Tragedi Berdarah di Jember tidak hanya menghadirkan sutradara Hanung Bramantyo. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang pembelajaran perfilman bagi mahasiswa melalui workshop yang digelar bersama Universitas Jember (Unej).

Kegiatan berlangsung di Bioskop KCM Jember, Minggu, 20 September 2026. Agenda tersebut mempertemukan Hanung dengan mahasiswa dan penonton dalam rangkaian promosi film yang akan tayang di bioskop Indonesia.

Kehadiran Hanung dalam kegiatan tersebut juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengenal proses pembuatan film secara lebih dekat. Workshop menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang mengiringi pemutaran spesial film.

Dalam kesempatan tersebut, Hanung menjelaskan sejumlah gagasan yang melatarbelakangi film Lobang Buaya 309 Hari Sebelum Tragedi Berdarah. Ia tidak hanya menggunakan peristiwa sejarah sebagai pijakan cerita, tetapi juga memasukkan persoalan sosial ke dalam alur film.

Menurut Hanung, film dapat menjadi medium untuk menyampaikan kegelisahan mengenai kondisi masyarakat, termasuk persoalan sosial, keagamaan, dan politik.

"Sebetulnya dari awal film-film saya itu selalu menyentuh keadaan sosial, ya sosial keagamaan, sosial masyarakat, sosial politik. Film saya Tanda Tanya itu kan bicara tentang sosial keagamaan," kata Hanung saat dikonfirmasi sejumlah wartawan di Jember.

Melalui kegiatan di Jember tersebut, mahasiswa juga mendapat kesempatan mengikuti pembahasan mengenai pendekatan kreatif yang digunakan Hanung dalam membangun cerita.

Hanung mengemas Lobang Buaya 309 Hari Sebelum Tragedi Berdarah dengan pendekatan drama misteri investigasi. Ia menggunakan unsur teror, ketegangan, dan beberapa plot twist untuk mengembangkan cerita.

"Horor itu adalah sebuah genre yang di dalamnya memberikan secara sengaja teror kepada penonton melalui apa pun," ungkap sutradara film “Sang Pencerah” dan “Habibie Ainun 3” ini.

Film tersebut dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia pada 1 Oktober 2026. Roadshow di Jember menjadi salah satu rangkaian kegiatan sebelum film tersebut diputar secara luas di bioskop.

Selain membicarakan proses kreatif, Hanung dalam kunjungannya ke Jember juga menyampaikan gagasan mengenai sejarah 1965. Ia berharap film tersebut dapat mendorong generasi muda untuk tidak melupakan berbagai peristiwa yang terjadi pada periode tersebut.

Kegiatan yang berkolaborasi dengan Unej ini sekaligus mempertemukan promosi film dengan kegiatan edukasi perfilman. Mahasiswa tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga mengikuti workshop yang menjadi bagian dari rangkaian acara.

“Seneng banget, bisa ketemu dan diskusi langsung dengan sutradara sekaliber Hanung Bramantyo. Apalagi filmnya juga kaya akan kritik sosial,” ujar Rahmah, salah satu mahasiswi yang turut hadir dalam acara tersebut.