Risma Luncurkan Underpass Bundaran Satelit Jalan Mayjend Sungkono

Underpass pertama di Surabaya
Khoirotul Lathifiyah

Sabtu, 1 Juni 2019 - 08:46

JATIMNET.COM, Surabaya - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah menyelesaikan proyek underpass bundaran satelit Mayjend Sungkono yang sudah dibuka sejak Jumat 31 Mei 2019 lalu. Underpass ini diharapkan bisa mengurai kemacetan yang sering terjadi di kawasan Surabaya Barat.

"Underpass ini untuk memecahkan lalu lintas di bunderan satelit, karena Surabaya Barat ini berkembang secara pesat, sehingga banyak traffic dari wilayah ini," kata Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini usai peresmian Underpass Bundaran Satelit Mayjend Sungkono, Jumat 31 Mei 2019.

Risma mengatakan sebenarnya untuk menyelesaikan masalah kemacetan, pemkot bisa menambah kapasitas jalan dengan cara rekayasa maupun dilebarkan.

BACA JUGA: DKRTH Tambah Taman di Proyek Underpass Bundaran Satelit

Namun dalam hal ini, kata Risma, tidak memungkinkan jika harus melakukan pelebaran jalan, karena perijinannya sudah tetap, sehingga yang bisa dilakukan adalah rekayasa lalu lintas dengan pembuatan underpass.

LAUNCHING. Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini meluncurkan Underpass Bundaran Satelit Jalan Mayjend Sungkono, Jumat 31 Mei 2019. Foto: Khoirotul Lathifiyah

"Ini underpass yang pertama dimiliki Kota Surabaya," kata dia.

Menurut Risma, pembangunan underpass ini melalui banyak kajian dan penelitian. Karena beberapa teori menyebutkan bahwa secara ekonomi tidak bagus jika ada bangunan tertutup yang masif.

Ia mencontohkan beberapa jalan tol di Jakarta yang mulanya daerah termahal, namun jadi daerah mati lantaran ada pembangunan. "Jalan Antasari itu, tapi akhirnya di situ semua mati, dan saya nggak mau seperti itu, dan itu memang ada teorinya, jadi tidak bisa seperti itu," kata Risma.

BACA JUGA: Risma Optimistis Underpass PTC Bisa Diresmikan pada HJKS

Risma menyampaikan terima kasih kepada para pengembang yang membantu menyelesaikan proyek underpass ini. Bantuan tersebut sangat membantu pemkot dalam menyelesaikan pembangunan.

"Ini hasil sumbangan dari seluruh pengembang dari Surabaya Barat. Alhamdulillah, puji syukur kami bisa menyelesaikan jalur ini sesuai jadwal yang direncanakan meskipun agak molor," kata dia.

Sementara Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya Irvan Wahyudrajad menjelaskan jalur underpass ini memiliki panjang mencapai 450 meter, dengan lebar jalur 16,8 meter. Jalan ini memiliki 4 lajur dengan 2 arah pembagi. Sementara untuk kelandaian jalan lebih kurang 3 persen.

Baca Juga

loading...