Ricciardo Ungkap Kekecewaan Gagal Gabung Mercedes dan Ferrari

Rochman Arief

Reporter

Rochman Arief

Minggu, 10 Februari 2019 - 07:59

JATIMNET.COM, London – Pebalap Formula 1 (F1) asal Australia Daniel Ricciardo mengungkapkan kekecewaannya setelah gagal pindah ke Mercedes maupun Ferrari di akhir musim lalu.

Kekecewaan itu disebabkan kedua tim memilih jalan lain. Mercedes memperpanjang kontrak pebalap keduanya, Valteri Bottas untuk mendampingi pebalap utamanya, Lewis Hamilton.

Adapun Ferrari menunjuk Charles Leclerc menjadi pebalap kedua. Pebalap muda kelahiran Monte Carlo itu menggantikan posisi Kimi Raikonen yang musim ini meninggalkan tim Kuda Jingkrak.

Pebalap Red Bull itu tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya lantaran gagal mengemudikan Mercedes maupun Ferrari. Hingga pada akhirnya dia harus memilih Renault sebagai tim untuk musim 2019.

BACA JUGA: Button Percaya Verstappen Bisa Rebut F1 Tahun Ini

“Pada akhirnya, dalam 12 ke depan, semua orang akan mengalahkannya (Ferrari dan Mercedes),” katanya mengutip Sky Sport, Sabtu 9 November 2019.

Sejatinya catatan Ricciardo sepanjang 2018 kemarin tidak terlalu buruk. Dia mencatat dua pole position dan dua kemenangan. Meski pada akhirnya harus finis di urutan keenam klasemen pebalap dengan 170 poin.

Bersama tim barunya, Renault Ricciardo memiliki semangat tinggi. Ambisi pebalap berusia 29 tahun melambungkan Renault. Berkaca hasil akhir musim lalu menempatkan Renault finis di posisi keempat, di belakang Mercedes, Ferrari, dan Red Bull.

Sejatinya musim lalu Ricciardo telah melakukan pembicaraan dengan Mercedes maupun Ferrari. Namun kedua tim sepertinya memilih wait and see. Itu setelah dua pebalap asal Finlandia, Raikonen (Ferrari) maupun Bottas (Mercedes) tengah menjadi pembicaraan.

Sebab Ferrari diindikasikan melepas pebalap keduanya. Begitu juga dengan Mercedes terus membahas Bottas. Tidak mudah bagi Mercedes untuk mencari pebalap pendamping Hamilton.

BACA JUGA: Alonso Prediksi Dominasi Mercedes Segera Berakhir

Mimpi Ricciardo bergabung dengan Scuderia Ferrari cukup tinggi. Sebab dia memiliki darah Italia, tim asal Ferrari. Sayang dia menghormati keputusan tim Kuda Jingkrak yang mengorbitkan pebalap dari akademinya, Leclerc.

“Leclerc masih muda dan memiliki prospek bagus. Mungkin itu adalah bagian dari rencana Ferrari selama ini, terlepas dari hasil yang saya capai dan hasil nantiya,” jelasnya.

Ricciardo yang memulai debut F1 bersama Scuderia Toro Rosso menilai langkah Ferrari sudah tepat. Hal itu juga dilakukan Red Bull dengan mempromosikan pebalap-pebalap muda. Termasuk dirinya.

“Saya menghargai itu, karena saya telah melihat Red Bull melakukannya, membawa pebalap muda melalui akademi. Dalam satu hal, saya pikir sudah waktunya,” pungkas pebalap yang sudah lima musim menjadi driver Red Bull itu.

Baca Juga

loading...