Logo

Remaja Lumajang Hilang Terseret Arus di Muara Bondoyudo Jember, Pencarian Masih Berlangsung

Reporter:

Minggu, 29 March 2026 07:00 UTC

Remaja Lumajang Hilang Terseret Arus di Muara Bondoyudo Jember, Pencarian Masih Berlangsung

Proses pencarian terhadap korban Vardan Afgani (15), pelajar SMP asal Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro, Lumajang, telah berlangsung sejak Sabtu malam, 28 Maret 2026 hingga Minggu siang. Foto: Adi

JATIMNET.COM, Jember — Insiden kecelakaan laut di masa musim libur panjang lebaran kembali terjadi di pesisir selatan Jawa Timur. Seorang remaja dilaporkan hilang setelah terseret arus di muara Sungai Bondoyudo, perbatasan Kabupaten Jember dan Lumajang, Sabtu sore, 28 Maret 2026.

Korban diketahui bernama Vardan Afgani (15), pelajar SMP asal Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro, Lumajang. Ia hilang saat mandi di kawasan muara yang tengah mengalami pasang air laut.

Peristiwa itu bermula sekitar pukul 13.00 WIB. Korban bersama sekitar 20 anggota keluarganya berangkat dari rumah menuju Pantai Watupecak untuk berwisata. Namun, karena kondisi pantai cukup padat pengunjung, rombongan memutuskan melanjutkan perjalanan ke arah timur melalui Jalur Lintas Selatan (JLS).

BACA: Seorang Pemancing di Banyuwangi Hilang Disapu Ombak Pantai Sukamade

Rombongan kemudian berhenti di Dusun Bulurejo, Desa Paseban, Kecamatan Kencong, Jember. Mereka beristirahat di sebuah gubuk kosong di sisi selatan jalan dan sempat makan bersama dengan bekal dari rumah.

Situasi berubah menjadi panik ketika korban bersama dua temannya berjalan menuju muara yang berjarak sekitar 50 meter dari lokasi istirahat. Ketiganya sempat mandi di area tersebut, namun arus yang semakin kuat membuat korban diduga tidak mampu bertahan.

“Korban sempat terlihat tenggelam, dua temannya sudah berusaha menolong tapi tidak berhasil karena kondisi arus cukup kuat,” ujar anggota Relawan Barat Daya, Vicky Septian, saat dikonfirmasi sejumlah wartawan, Minggu, 29 Maret 2026.

Vardan Afgani (15), pelajar SMP asal Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro, Lumajang yang hilang di di muara Sungai Bondoyudo, sejak Sabtu sore, 28 Maret 2026. Foto: Istimewa/dok keluarga

Keluarga korban yang panik segera meminta bantuan kepada relawan dan petugas setempat. Laporan kejadian diterima Satpolairud Polres Jember sekitar pukul 14.30 WIB.

Kasat Polairud Polres Jember, AKP Hari Pamuji, mengatakan pihaknya langsung menuju lokasi untuk melakukan pencarian dan berkoordinasi dengan tim gabungan. “Petugas bersama relawan telah melakukan upaya penyisiran di sekitar muara hingga malam hari, namun korban masih belum ditemukan dan dinyatakan hilang dalam pencarian,” ungkapnya.

Upaya pencarian terkendala kondisi arus muara yang berubah-ubah serta gelombang tinggi di kawasan laut selatan. Hingga Sabtu malam sekitar pukul 23.00 WIB, korban belum berhasil ditemukan.

BACA: Lansia Tertemper KA Sritanjung di Lintas Tanggul–Jatiroto, KAI Sampaikan Keprihatinan

Peristiwa ini kembali menjadi peringatan bagi masyarakat akan bahaya aktivitas di kawasan muara dan pantai selatan, terutama saat air laut pasang. Aparat mengimbau pengunjung agar tidak mandi di area rawan arus kuat, khususnya bagi yang tidak memiliki kemampuan berenang.

Hingga berita ini ditulis, tim gabungan dari Satpolairud Polres Jember bersama relawan masih melanjutkan proses pencarian dengan harapan korban segera ditemukan.