Ratusan Kader Ansor Ikuti Seleksi Magang Kerja ke Jepang

Rochman Arief

Kamis, 2 Mei 2019 - 18:48

JATIMNET.COM, Tulungagung – Ratusan kader GP Ansor dari berbagai pelosok Indonesia mengikuti seleksi program magang kerja ke Jepang yang digelar di STKIP Tulungagung Senin 30 April hingga 5 Mei 2019.

“Peserta yang mendaftar awalnya mencapai 329, namun yang lolos seleksi tulis dan wawancara sekitar 285, dan lolos tes matematika 212," kata ketua panitia seleksi program magang kerja ke Jepang dari GP Ansor Tulungagung, Anas Saikhu, Kamis 2 Mei 2019.

Program magang ke Jepang itu merupakan buah kerja sama antara Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Ketenagakerjaan RI dengan Internasional Man Power Organization Japan (IM Japan).

Proses penjaringan dilakukan melalui beberapa metode, salah satunya menggandeng GP Ansor untuk menyerap tenaga kerja dari organisasi massa yang masih berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama itu.

BACA JUGA: Dukung KPU, GP Ansor Ajak Masyarakat Tunggu Hasil Resmi

Atas dasar kerja sama dan mandat sebagai fasilitator itulah, Anas memastikan kader Ansor terpilih ikut program magang kerja ke Jepang yang datang dari berbagai daerah di Indonesia.

“Namun khusus yang kami fasilitasi ini diperuntukkan untuk kader Ansor. Artinya, selain persyaratan umum seperti lulusan minimal SMA/SMK dan sederajat, usia antara 18-26 tahun, peserta program magang harus melampirkan bukti sebagai kader Ansor," katanya.

Kuota serapan kepesertaan program magang itu ditargetkan 1.000 calon tenaga kerja selama kurun 2019.

Sejauh ini Anas menegaskan tidak ada batasan spesifik mengingat jumlah pendaftar dan peserta yang lolos masih jauh dari kuota yang diharapkan.

“Dengan GP Ansor, pelaksanaan kerja sama program ini baru berjalan dua tahun sehingga serapan belum optimal. Jadi berapapun yang berhasil diserap dan lolos seleksi akan diberangkatkan untuk mengikuti program magang ke Jepang," ujarnya.

BACA JUGA: Ansor Jatim Ultimatum Pelaku Video Dukungan PWNU

Selanjutnya para peserta diproyeksikan mengikuti program magang di berbagai perusahaan atau industri yang ada di negara Sakura tersebut. Calon pekerja akan menjalani pelatihan kerja langsung dalam periode tertentu dan dinilai performanya.

Jika dinyatakan lulus dan memiliki etos kerja baik, kontrak kerja para peserta program magang bisa dipatenkan selama tiga tahun, sebagaimana tertuang dalam kontrak kerja. Bahkan masih bisa diperpanjang selama dua tahun jika pihak perusahaan berkenan.

Selama ini, lanjut Anas, peserta magang asal Indonesia banyak diminati perusahaan di Jepang. Sebab banyak calon pekerja yang memiliki fisik tangguh.

Adapun perwakilan dari IM Japan, Tamura menjelaskan program ini sudah berjalan selama hampir 25 tahun. Kebutuhan pekerja di Jepang terus meningkat setiap tahunnya, sehingga mereka berusaha mencukupi dengan menggandeng beberapa negara. “Mereka akan bekerja di beberapa sektor seperti industri dan bangunan,” kata Tamura. (ant)

Baca Juga

loading...