JATIMNET.COM, Surabaya – Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Surabaya menggagalkan penyelundupan 481 ekor burung yang dilindungi dari Kalimantan. Sebanyak 481 ekor burung itu terdiri dari 293 ekor Cucak Ijo, 124 ekor Murai Batu, dan Burung Beo 64 ekor.

Penangkapan 481 burung tersebut setelah adanya informasi truk bermuatan kayu yang naik kapal roll on roll of (ro-ro) Mutiara Ferindo I, dari Balikpapan pada 5 November 2018. Petugas BBKP yang menerima informasi tersebut langsung menindaklanjuti dengan memeriksa setiap truk yang ada di dalam kapal.

“Petugas menemukan truk yang bermuatan burung, dan pada saat pemeriksaan, pengemudi tidak bisa menunjukkan dokumen kesehatan. Selanjutnya kita amankan ratusan burung tanpa dokumen, berikut pengemudinya,” kata Kepala BBKP Surabaya, Musyaffak Fauzi, Kamis 8 November 2018.

Ditambahkan Fauzi bahwa ratusan burung itu dimasukkan ke dalam kardus dan boks plastik, yang masing-masing kardus dan plastik diisi rata-rata 20 burung. Ratusan burung yang ditangkap tersebut rencananya akan dijual di Surabaya dan sekitarnya.

Hanya saja pihak BBKP belum bisa menghitung kerugian negara akibat pengambilan burung yang diambil dari alam liarnya langsung.

“Karena burung-burung tersebut diambil dari alam liar, jadi kami belum bisa menghitung berapa nilai kerugian negara,” lanjut Fauzi.

Penahanan barang bukti burung ini berdasarkan UU Nomor 16 Tahun 1992 tentang karantina hewan, ikan, dan tumbuhan. Dalam pasal 6 dijelaskan setiap hewan yang dikirim harus dilengkapi dokumen dari daerah asalnya.

"Burung ini harus dilengkapi dengan dokumen kesehatan burung, takutnya ratusan burung ini membawa penyakit berbahaya," ucap Fauzi.

Fauzi mengatakan dalam waktu dekat ini semua burung akan dipantau kesehatannya, sebelum dikembalikan ke habitat aslinya. "Secepatnya, karena jika terlalu lama di Surabaya akan mengurangi sifat alamiahnya,” pungkasnya.

Sejauh ini pihak BBKP tidak menyebutkan siapa pengemudi truk tersebut. Namun Fauzi menyebutkan jika pengemudi truk tersebut telah dilimpahkan ke Polres Pelabuhan Tanjung Perak.