Ratu Adil Diminta Sodorkan Bukti Kecurangan Pemilu 2019

M. Khaesar Januar Utomo
M. Khaesar Januar Utomo

Rabu, 15 Mei 2019 - 16:38

JATIMNET.COM, Surabaya - Kelompok massa yang menamakan diri Rakyat Bersatu untuk Pemilu Jujur dan Adil (Ratu Adil) diminta untuk menyodorkan bukti kecurangan Pemilu 2019. Hal ini disampaikan Korlap Aksi Moch Shaufie usai audiensi dengan Bawaslu Jatim.

Shaufie mengatakan, Bawaslu Jatim telah meminta masyarakat untuk memberikan beberapa bukti kecurangan yang terjadi pada Pemilu 2019. Namun, perwakilan Ratu Adil tidak memberikan bukti kecurangan ini. Ia hanya menyanggupi akan memberikan bukti tersebut dalam aksi berikutnya.

"Kami memiliki bukti kecurangan yang cukup banyak yang terjadi di Jatim, dan akan kami berikan ke Bawaslu," bebernya.

BACA JUGA: Polda Jatim Kerahkan 2.000 Personel Amankan Ijtima III

Ia mengklaim kecurangan yang terjadi di Jatim terjadi di setiap kecamatan. "Jadi kami meminta Bawaslu Jatim untuk menindak tegas oknum yang melakukan kecurangan," ucapnya.

Shaufie mengatakan massa yang melakukan demo ini bukan pendukung salah satu paslon tertentu. Menurutnya, jika ada paslon yang berbuat curang maka harus didiskualifikasi.

"Jika memang pasangan nomor urut 01 yang curang harus didiskualifikasi sebaliknya, jika pasangan 02 yang curang juga harus didiskualifikasi," ucapnya.

BACA JUGA: Ratusan Orang Demo Bawaslu Jatim

Seperti diberitakan sebelumnya, ratusan orang menggelar aksi demonstrasi di Jalan Tanggulangin dekat kantor Bawaslu Jatim, Rabu 15 Mei 2019. Mereka menyuarakan sembilan tuntutan yakni, menghentikan Situng KPU, audit investigasi KPU, audit anggaran Pemilu, audit forensik DPT Pemilu.

Massa juga menuntut pembentukan TPF untuk mengusut kematian petugas pemilu, pengibaran bendera setengah tiang, pembentukan pansus kecurangan pemilu, penghentian kriminalisasi ulama dan tokoh masyarakat serta menuntut kebebasan berpendapat.

Para demostran ini juga mendesak pengusutan keterlibatan ASN, BUMN, alat penegak hukum yang berpolitik serta mendiskualifikasi capres yang mempergunakan fasilitas negara dan menguntungkan dirinya.

Baca Juga

loading...