Selasa, 13 July 2021 02:20 UTC

Kepala Dinkes Surabaya Febria Rachmanita
JATIMNET.COM, Surabaya - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya Febria Rachmanita beserta beberapa Kepala Perangkat Daerah (PD) lainnya meninjau pelayanan kesehatan masyarakat (PKM) di sejumlah puskesmas di Surabaya, Senin 12 Juli 2021 malam. Sebab, terhitung mulai kemarin, puskesmas di Surabaya sudah beroperasi selama 24 jam non stop.
Kadinkes Febria memastikan Puskesmas di seluruh wilayah Kota Surabaya sudah siap untuk melayani warga yang ingin berobat hingga 24 jam. Oleh sebab itu, pihaknya saat ini akan membagi jadwal jaga dengan tiga shift, namun untuk saat ini masih diberlakukan dua shift.
“Insya Allah sudah siap. Rencananya kita akan bagi menjadi 3 shift, tapi untuk saat ini karena kita masih kekurangan tenaga kesehatan, jadi 2 shift dulu,” kata Febria sapaan akrabnya.
Beroperasinya puskesmas hingga 24 jam ini dikarenakan saat ini Tim Gerak Cepat (TGC) kewalahan untuk menangani situasi emergency. Sehingga, puskesmas dioperasikan sebagai titik TGC yang berada di wilayah kerja puskesmas tersebut.
Baca Juga: Relawan Pengemudi Ambulans di Surabaya Siap Maksimalkan Penanganan Kuratif Kedaruratan
“Kita lihat kondisinya TGC sudah kewalahan, akhirnya semua puskesmas menjadi titik TGC yang berada di wilayah tersebut,” ia menjelaskan.
Adapun layanan yang dibuka saat jam operasional malam hari hanya poli umum dan pelayanan darurat, karena tidak memungkinkan untuk membuka layanan lainnya.
“Pelayanan yang dibuka hanya poli umum dan kondisi gawat darurat karena tidak memungkinkan malam hari melakukan selain hal-hal darurat,” ia menerangkan.
Dia pun menceritakan saat melakukan peninjauan, ada warga yang datang ke puskesmas untuk melaporkan bahwa di rumahnya ada anggota keluarganya yang mengalami penurunan saturasi oksigen.
Baca Juga: Tangani Kasus Covid-19, Puskesmas dan Ambulans di Surabaya Beroperasi 24 Jam
Pihak puskesmas langsung bergerak cepat untuk menjemput anggota keluarga tersebut. “Teman-teman puskesmas menggunakan ambulans langsung menjemput anggota keluarganya, kemudian akan dirujuk ke RS Lapangan Tembak,” ia menuturkan.
Febria menambahkan, masyarakat juga dapat mengurus surat kematian, baik itu saat malam hari ataupun pagi harinya. Sesuai dengan instruksi Wali Kota Surabaya bila ada warga yang meninggal harus segera dievakuasi dan dibawa ke pemulasaraan jenazah di Keputih.
“Warga bisa datang ke sini mengurus surat kematian, baik itu saat malam hari ataupun keesokan paginya, untuk pengambilan jenazah nanti dari Dinas Sosial,” ia memungkasi.
