Punya 126 Pulau, Sumenep Pamerkan Pelayan Izin Datangi Nelayan

Ahmad Suudi

Reporter

Ahmad Suudi

Jumat, 26 April 2019 - 23:15

JATIMNET.COM, Banyuwangi - Pemerintah Kabupaten Sumenep menunjukkan inovasi pelayanan perizinan keliling ke pulau-pulau dalam pameran inovasi pelayanan publik di Taman Blambangan, Banyuwangi, 24 - 26 April 2019.

Pelayanan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Sumenep itu bernama Sistem Pelayanan Perizinan Terpadu (Siput) Keliling. Petugas datang ke simpul-simpul 48 pulau berpenghuni, dari total 126 pulau yang dimiliki Kabupaten Sumenep.

Tidak hanya membawa formulir perizinan saja, petugas Dinas Penanaman Modal dan PTSP, juga membawa laptop, printer, dan modem internet untuk mencetak surat izin. Masyarakat yang telah mendapatkan pemberitahuan dari camat dan kepala desa sudah berkumpul di titik temu, mengajukan persyaratan dan langsung dilayani hingga izinnya terbit di tempat itu.

BACA JUGA: Khofifah Dorong Pemerintah Daerah Ciptakan Layanan Inovatif

Perlengkapan disiapkan sedemikian rupa sehingga pelayanan langsung bisa selesai dengan persetujuan pengambil keputusan jarak jauh dengan menggunakan aplikasi online. Izin yang banyak diberikan untuk usaha kecil dan usaha tangkap ikan nelayan.

"Mereka sudah tahu kalau Siput Keliling mau datang, jadi sudah siap-siap dengan persyaratan. Kadang kami melayani di atas laut, menggunakan listrik dari aki perahu," kata Kasie Penerbitan dan Penetapan Izin Wijaya Saputra, Jumat 26 April 2019.

Dia mengatakan Siput berkeliling 2 kali dalam sebulan, yang memakan waktu empat hari hingga tiga minggu sekali berangkat. Titik terjauhnya Pulau Masalembu yang membutuhkan waktu 23 jam perjalanan laut dengan perahu untuk sampai ke sana.

BACA JUGA: Redam Kenaikan Harga Bawang Putih, Jatim Gelar Operasi Pasar

Perahu mereka peroleh dari menyewa kepada nelayan, bahkan pemilik kapal kerap memberikan tumpangan gratis karena senang dilayani. Pasalnya selain lebih aman dalam mencari ikan di laut, bukti izin usaha nelayan bisa digunakan mengajukan kredit ke bank.

"Kasihan mereka kalau mencari ikan tidak memiliki izin, bisa ditangkap Polairud. Sedangkan izin menangkap ikan berlaku selama setahun, kalau sudah habis harus mengurus lagi," ujar Wijaya.

Konsep pelayanan itu mereka bangun setelah mendengar banyaknya keluhan nelayan kepulauan yang harus bersusah-payah ke darat, Pulau Madura, saat ingin mengurus izin.

BACA JUGA: Luhut Setuju Perizinan Kapal 30 GT di Tingkat Kabupaten

Bahkan seorang nelayan pernah harus tertahan tinggal di Madura selama seminggu setelah mengurus izin karena cuaca ekstrem. Nelayan ini tidak bisa pulang ke rumahnya, mengeluarkan biaya lebih untuk kos, karena kondisi laut tidak menentu.

"Karena itu, kepala dinas kami memutuskan pelayanannya yang harus datang kepada masyarakat di kepulauan," pungkas Wijaya.

Inovasi pelayanan Kabupaten Sumenep itu merupakan salah satu yang dipamerkan, bersamaan dengan inovasi semua kabupaten dan kota di Jawa Timur. Pameran tersebut dalam rangkaian peringatan Hari Otonomi Daerah (Otda) ke 23 yang dipusatkan di Kabupaten Banyuwangi.

Baca Juga

loading...