Minggu, 08 March 2026 10:00 UTC

Klub motor dari MBI bagikan seribu takjil untuk anak yatim, Minggu, 8 Maret 2026. Foto: Januar
JATIMNET.COM, Surabaya – Komunitas Motor Besar Indonesia (MBI) Surabaya membagikan sebanyak 1.000 paket takjil kepada masyarakat dalam kegiatan sosial bertajuk MBI Surabaya Peduli. Dalam kegiatan tersebut, komunitas ini juga memberikan santunan kepada puluhan anak yatim sebagai bagian dari aksi kepedulian di bulan Ramadan.
Kegiatan sosial itu digelar di Plaza Harley-Davidson of Surabaya pada Minggu, 8 Maret 2026. Selain menyerahkan santunan kepada anak yatim, para anggota komunitas motor besar tersebut juga turun langsung ke jalan untuk membagikan takjil kepada pengguna jalan yang melintas menjelang waktu berbuka puasa.
Ketua MBI Surabaya, Edward Santoso, mengatakan kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kepedulian komunitasnya terhadap masyarakat. Ia menegaskan bahwa komunitas motor besar tidak hanya identik dengan hobi berkendara, tetapi juga berupaya memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar.
“Melalui kegiatan ini kami ingin menepis stigma negatif yang sering melekat pada komunitas motor besar. Kami ingin menunjukkan bahwa di balik hobi otomotif, ada kepedulian nyata terhadap masyarakat,” ujar Edward.
BACA: Komite Pemersatu Etnis Nusantara Dorong Persatuan dan Pelestarian Budaya
Dalam kegiatan tersebut, sekitar 30 anak yatim diundang untuk menerima santunan sekaligus merasakan kebersamaan bersama anggota komunitas. Suasana hangat terlihat ketika para anggota MBI Surabaya berinteraksi langsung dengan anak-anak yang hadir dalam acara tersebut.
Sejumlah pengurus dan dewan kehormatan MBI Surabaya turut menghadiri kegiatan ini. Di antaranya Dato Rusman, Sunarto, serta Wakil Ketua MBI Surabaya Dandy Amirullah.
Edward menjelaskan, program MBI Surabaya Peduli sebenarnya telah dirancang sejak awal Januari 2026. Namun pada dua bulan pertama tahun ini, komunitas tersebut lebih memprioritaskan kegiatan kemanusiaan untuk membantu korban bencana banjir dan tanah longsor di wilayah Aceh hingga Sumatera Utara.
“Program ini sebenarnya sudah kami rencanakan sejak awal tahun. Tapi saat itu kami lebih dulu fokus membantu korban banjir dan longsor di Aceh dan Sumatera Utara,” jelasnya.
BACA: Hujan Sebentar Jalan Langsung Tergenang, DPRD Jatim Soroti Masalah Drainase
Ia menambahkan, bantuan yang disalurkan kepada korban bencana tidak hanya berupa sembako, tetapi juga kebutuhan lain yang sering kali luput dari perhatian.
“Bantuan yang kami kirimkan bukan hanya sembako, tapi juga kebutuhan khusus seperti pembalut wanita yang memang sangat dibutuhkan masyarakat terdampak,” katanya.
Edward berharap kegiatan sosial seperti ini dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.
“Kepedulian sosial bisa dimulai dari hal kecil. Kalau dilakukan bersama-sama, dampaknya tentu bisa lebih besar bagi masyarakat,” pungkasnya.
