Puluhan Warga Blitar Diduga Keracunan Rawon, Satu Korban Meninggal

Yosibio

Reporter

Yosibio

Sabtu, 3 Agustus 2019 - 23:20

JATIMNET.COM, Blitar - Sekitar tiga puluh warga Jalan kurma RW 01 Kelurahan/Kecamatan Kepanjen Kidul, Kota Blitar, diduga keracunan setelah makan nasi rawon hajatan tahlilan warga setempat.

Mereka kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mardi Waluyo untuk mendapatkan pertolongan karena mengeluhkan sakit perut dan pusing usai mengonsumsi makanan pada acara tahlilan.

Informasi yang dihimpun Jatimnet.com menyebutkan, warga mengonsumsi nasi rawon pada saat hajatan di rumah Suyani Kamis 1 Agustus 2019 malam.

Keesokan harinya, Jumat 2 Agustus siang, warga mulai mengeluhkan gejala pusing, mual disertai muntah. Sebagian mulai dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Jumlah warga yang mengalami gejala yang sama terus bertambah hingga Sabtu 3 Agustus2019.

BACA JUGA: Puluhan Warga Ponorogo "Tumbang" usai Makan Nasi Hajatan

"Dua hari ini saya mual, muntah, dan buang air besar terus," kata Sugeng, salah satu korban dugaan keracunan kepada Jatimnet.com, sebelum menuju rumah sakit, Sabtu 3 Agustus 2019.

Dari tiga puluh warga yang mengeluhkan gejala keracunan dua di antaranya anak-anak. Sedangkan seorang korban, Darsono (64), meninggal. Meninggalnya Darsono belum bisa dipastikan terkait dugaan keracunan sebab yang bersangkutan juga mengidap penyakit mag akut.

Dinas Kesehatan langsung bertindak dengan mengumpulkan sejumlah sampel makanan yang dikonsumsi warga. Sampel yang dikumpulkan berupa sisa kuah rawon dan muntahan warga.

"Warga yang meninggal itu kemungkinan dehidrasi berat. Kami kirim sampel ke laboratorium kesehatan untuk uji lab," ungkap Didik, Kabid P2 Dinas Kesehatan Kota Blitar.

BACA JUGA: Sembilan Siswa SD Keracunan Es Milo, Penjual Diamankan Polisi

Sementara itu, polisi yang menerima laporan tengah melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian. Soal penyebab adanya korban meninggal polisi belum bisa mengambil kesimpulan.

"Kami belum berani menyimpulkan karena belum dilakukan visum. Mohon waktu," kata Kapolsek Kepanjen Kidul, Kompol Agus Fauzi kepada wartawan.

Informasi yang diperoleh Jatimnet menyebutkan, acara tahlilan tersebut mengundang 60 orang. Tuan rumah hajatan membuat rawon dengan bumbu rawon kemasan yang dibeli di pasar. Ia sama sekali tidak menduga pada akhirnya banyak yang mengalami keracunan.

"Saya ini berniat baik mengundang orang untuk doakan suami saya. Saya tidak menduga jika akhirnya begini, wong bumbunya itu saya beli jadi di pasar," ujar Suyani alias Bu Anik, sambil menunduk sedih di rumahnya.

Baca Juga

loading...