Prof. Ishomuddin, Dosen UMM Pemilik HKI Terbanyak se-Indonesia

Hari Istiawan
Hari Istiawan

Sabtu, 16 Maret 2019 - 12:55

JATIMNET.COM, Malang  - Dosen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Prof Dr Ishomuddin memiliki 100 Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Ia dinyatakan Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai pemecah rekor pemilik Hak Kekayaan Intelektual (HKI) terbanyak se-Indonesia. Prof Ishomudin mencatatkan rekor itu melampaui perolehan MURI dengan kategori serupa yang hanya 35 HKI.

"Buah pemikiran-pemikiran itu mesti disebarkan agar kebermanfaatannya meluas. Rekor ini saya persembahkan sepenuhnya untuk UMM," kata Ishomuddin, Sabtu 16 Maret 2019.

Sebenarnya, pria yang pernah dinobatkan sebagai dosen berprestasi pada tahun 2017 ini memiliki 120 daftar HKI. Namun, ia memilih untuk membulatkannya menjadi 100 saat mendaftarkan perolehan HKI terbanyak di Tanah Air.

BACA JUGA: Bekraf: Hanya 1 Juta Industri Kreatif Terlindungi HKI

Buku dan jurnal, menurut Ishomuddin, bukan satunya-satunya hal yang harus selalu dibanggakan. Seorang pendidik mesti lebih bisa berbuat dari yang biasa-biasa saja.

Saat ditanya terkait proses menghasilkan banyak HKI, Ishomuddin menceritakan kegiatan rutinnya. "Setelah selesai Salat Asar hingga pukul 24.00, saya di depan laptop sembari membaca dan mendalami berbagai hal," ucapnya.

Kesungguhan Ishomudin itu yang mengantarnya ke pintu kesuksesan. Bagi Ishomuddin, hal-hal yang ia lakukan adalah kebiasaan semata. Selain itu, sabar dalam berproses yang tidak singkat menjadi kunci. Baginya, pendidik bukan hanya mengajar, namun lebih dari itu.

"Membekali diri dengan membaca dan meneliti adalah keharusan bagi saya, supaya ketika menyampaikan ilmu itu benar-benar obyektif,” tuturnya.

BACA JUGA: UMM Borong Gelar Kompetisi Jembatan dan Bangunan Gedung

Menurut Ishomuddin, ketika memilih profesi di bidang pendidikan untuk digeluti harus dibarengi sikap serius dan fokus. Hal inilah yang akan membawa keberkahan karena menjalankan dengan ikhlas setiap tugas. Materi akan mengikuti di belakang kesungguhan.

"Sukses itu bukan karena pinter saja, rutinitas yang baik juga menentukan. Tinggal mau menjalankan atau tidak,” tuturnya.

Ishomuddin berprinsip bahwa rezeki dan ilmu adalah kesatuan yang begitu erat. Ilmu akan memuliakan siapapun yang mendapatkannya, yakni kemuliaan hidup, kemuliaan sosial dan kemuliaan dalam kebermanfaatan bagi sesama.

"Rezeki berupa kelimpahan materi akan mengikuti setelah ilmu didapatkan. Pendidik harus terus berkarya dan bermanfaat," ucap dosen yang mendalami sosiologi masyarakat Islam ini. (ant)

Baca Juga

loading...