Logo

Pria Asal Bojonegoro Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Gresik, Polisi: Tak Ada Tanda Kekerasan

Reporter:,Editor:

Jumat, 19 June 2026 10:35 UTC

Pria Asal Bojonegoro Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Gresik, Polisi: Tak Ada Tanda Kekerasan

Evakuasi seorang pria asal Bojonegoro yang ditemukan tak bernyawa, diduga bunuh diri di rumah kosnya di Gresik. Foto: Agus Salim

JATIMNET.COM, Gresik – (Jangan anggap sepele gejala depresi. Jika anda atau orang dekat anda ada yang mengalami gejala depresi, jangan ragu untuk menghubungi layanan konseling, psikolog atau psikiater.) Seorang pria berinisial MA (21), warga Desa Ngrejeng, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, ditemukan meninggal dunia di rumah kos yang berada di Desa Gempol Kurung, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, Jumat, 19 Juni 2026.

Korban pertama kali ditemukan oleh rekannya, Prapto Adi Saputro, setelah menerima permintaan dari kakak korban untuk memastikan keberadaan MA di tempat kosnya. Saat dilakukan pengecekan sekitar pukul 11.00 WIB, korban ditemukan sudah dalam kondisi tidak bernyawa di area kamar mandi.

Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada Polsek Menganti. Petugas kepolisian bersama Tim Inafis Polres Gresik dan tenaga medis selanjutnya mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta pemeriksaan terhadap jenazah.

Kapolsek Menganti AKP Arif Rahman mengatakan hasil pemeriksaan awal yang dilakukan petugas tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

BACA: 5 Tanda Ini Tunjukkan Anda Sembuh dari Depresi 

"Petugas telah melakukan olah TKP, memeriksa saksi, mengamankan barang bukti, dan mengevakuasi jenazah. Hasil pemeriksaan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan," ujarnya.

Berdasarkan keterangan keluarga, korban diduga tengah menghadapi persoalan pribadi sebelum meninggal dunia. Korban juga disebut sempat mengirimkan pesan kepada keluarganya sebelum peristiwa tersebut terjadi.

Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan memutuskan tidak mengajukan autopsi. Keputusan itu dituangkan dalam surat pernyataan resmi yang telah ditandatangani di atas meterai.

AKP Arif Rahman mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap kondisi psikologis anggota keluarga maupun orang-orang di lingkungan sekitar. Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak ragu mencari bantuan atau pendampingan ketika menghadapi tekanan maupun persoalan hidup yang berat.