Presiden Bahas Kerja Sama Investasi dengan Arab Saudi

Rochman Arief

Kamis, 18 April 2019 - 11:39

JATIMNET.COM Jakarta – Presiden Joko Widodo membahas tindak lanjut untuk meningkatkan kerja sama dengan Arab Saudi terkait penambahan kuota haji dan investasi.

“Rapat terbatas hari ini akan menindaklanjuti kunjungan kerja kita di Arab Saudi, yang pertama berkaitan tambahan 10 ribu kuota untuk calon jemaah haji," kata Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka Jakarta, Kamis 18 April 2019.

Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan resmi sekaligus umrah pada 13-15 April 2019. Presiden bertemu dengan Raja Arab Saudi, Raja Salman bin Abdul Aziz al-Saud.di Istana pribadi Raja (Al-Qasr Al-Khas) di Riyadh pada Minggu 14 April 2019 lalu, dan mendapat persetujuan penambahan kuota haji Indonesia sebesar 10 ribu.

BACA JUGA: Indonesia Terapkan Makkah Route untuk Haji 2019

Penambahan itu kembali ditegaskan Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi Mohammad bin Salman dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Jokowi di Istana Putra Mahkota pada Minggu sore.

“Kemudian yang kedua, juga berkaitan dengan keinginan peningkatan investasi Arab Saudi ke Indonesia. Keduanya saya kira harus ditindaklanjuti secepatnya, sehingga respon ini akan menuntaskan, terutama rencana investasi Arab Saudi ke Indonesia," ungkap Presiden.

Menurut Presiden, pihak Arab Saudi tertarik untuk berinvestasi di bidang petrokimia dengan Indonesia.

BACA JUGA: Kuota Jemaah Haji Indonesia Bertambah Sepuluh Ribu Orang

“Sebelumnya sudah disampaikan, Saudi ingin bekerja sama dengan Indonesia, dan menjadikan Indonesia sebagai hub (penghubung) bagi industri petrokimia, petrochemical di Asia Tenggara. Saya rasa ini yang mungkin harus segera disiapkan dan ditindaklanjuti,” tambah Presiden.

Hadir dalam ratas tersebut, Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto.

Serlanjutnya Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri BUMN Rini Soemarno Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala Staf Presiden Moeldoko, Kepala Badan Koordinator Penanaman Modal Thomas Lembong, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati. (ant)

Baca Juga

loading...