Program itu digagas oleh Pemerintah Arab Saudi.

Indonesia Terapkan Makkah Route untuk Haji 2019

Dyah Ayu Pitaloka

Selasa, 9 April 2019 - 14:59

JATIMNET.COM, Surabaya – Kementerian Agama RI menyatakan kesiapan berpartisipasi dalam dalam program Makkah Route 2019, milik Pemerintah Arab Saudi.

Program Makkah Route antara lain, layanan penerbitan visa, penyelesaian bea cukai, dan prosedur paspor, memastikan kepatuhan dengan persyaratan kesehatan, serta menyortir bagasi sesuai dengan transportasi dan pengaturan akomodasi, selama di Arab Saudi.

"Kami di Kemenag akan berkoordinasi dengan Kemenlu, Imigrasi dan pihak Angkasa Pura untuk bisa memenuhi beberapa permintaan yang disampaikan dalam pertemuan ini. Seperti adanya terminal khusus, ruang khusus pengambilan visa, biometrik termasuk kemudahan visa yang harus disiapkan oleh petugas Saudi Arabia, di sejumlah bandara dan embarkasi," kata Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Selasa 9 April 2019.

Sebelumnya Wakil Dirjen Imigrasi Kerajaan Arab Saudi Khaled Al Aloteibi bertemu dengan Menag, pada Senin 8 April 2019, di Kantor Kementerian Agama, di Jakarta.

BACA JUGA: 38 Persen Jemaah Haji Telah Rekam Biometrik

Pemerintah Arab Saudi mengharapkan Indonesia turut berperan menyukseskan Makkah Route 2019, seperti 2018.

Kebijakan ini bukan hanya mempermudah jemaah haji untuk melakukan proses kedatangan di Arab Saudi, tetapi juga mempermudah jemaah untuk langsung menuju penginapan, setibanya di Arab Saudi, tanpa waktu penantian yang panjang.

Selain itu, untuk mempercepat proses kedatangan jemaah haji Indonesia di Arab Saudi, sejak 2018, proses rekam biometrik jemaah haji mulai dilakukan di Indonesia.

"Kalau tahun lalu jemaah haji yang berangkat dari Jakarta saja yang bisa menikmati fasilitas fast track, kami berharap tahun ini jemaah haji kita bisa merasakan kemudahan tersebut disejumlah bandara," harap Menag.

BACA JUGA: Sebanyak 75 Persen Jemaah Sudah Lunasi Biaya Haji 1440H

Menag juga berharap, pada 2019 ada peningkatan kualitas pelayanan jemaah haji Indonesia, untuk bisa mendapatkan kemudahan dibanding tahun sebelumnya.

Terkait dengan rekam biometrik calon jemaah haji, Menag berharap pihak Arab Saudi dapat menambah personel untuk melakukan proses tersebut.

Sekaligus menyediakan layanan rekam biometrik mobile untuk wilayah-wilayah di Indonesia yang sulit terjangkau seperti di Bangka Belitung, Sulawesi Tenggara, Papua, NTT dan Sulawesi Barat. (ant)

Baca Juga

loading...