Logo

Prabowo Kembali dari Prancis, Diplomasi Jadi Sorotan

Lawatan empat hari ke Paris menghasilkan kesepakatan ekonomi, pertahanan, dan investasi bernilai besar.
Reporter:,Editor:

Sabtu, 30 May 2026 09:30 UTC

Prabowo Kembali dari Prancis, Diplomasi Jadi Sorotan

Prabowo Tiba di Indonesia Usai Kunker ke Prancis. Foto: Setpres

JATIMNET.COM – Presiden Prabowo Subianto kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan rangkaian kunjungan resmi kenegaraan di Prancis yang berlangsung selama empat hari.

 

Kepulangan kepala negara pada Sabtu pagi, 30 Mei 2026, menjadi penanda berakhirnya agenda diplomasi tingkat tinggi yang diarahkan untuk memperkuat posisi Indonesia dalam kerja sama ekonomi, pertahanan, dan investasi dengan kawasan Eropa.

 

Pesawat Garuda Indonesia-1 yang membawa Prabowo mendarat di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, sekitar pukul 10.00 WIB. Setibanya di Tanah Air, Presiden disambut Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Kapolri Listyo Sigit Prabowo, serta Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita. 

 

Kunjungan ke Paris berlangsung pada 26–29 Mei 2026 dan menjadi salah satu agenda luar negeri penting pemerintah Indonesia tahun ini.

 

Selain menghadiri penyambutan kenegaraan di kompleks Les Invalides, Prabowo juga menggelar pertemuan bilateral dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Élysée.

 

Pertemuan tersebut membahas perluasan kerja sama strategis di bidang pertahanan, energi bersih, investasi, pendidikan, hingga riset teknologi. 

 

Dalam keterangan pers bersama di Paris pada Kamis, 28 Mei 2026, Prabowo menegaskan hubungan Indonesia dan Prancis saat ini berada dalam fase yang semakin kuat dibanding periode sebelumnya.

 

“Kita dalam hari ini saya kira akan membahas beberapa isu penting kerja sama di bidang pertahanan, energi bersih, pendidikan, research, dan pelaksanaan perjanjian Indonesia-European Union CEPA,” kata Prabowo dalam pernyataan bersama Presiden Macron.

 

Selain diplomasi politik, lawatan tersebut juga diarahkan untuk memperkuat hubungan ekonomi kedua negara. Pemerintah Indonesia dan Prancis meluncurkan France–Indonesia High Level Business Council yang mempertemukan puluhan perusahaan besar dari kedua negara.

 

Forum tersebut menjadi wadah baru untuk mempercepat investasi dan kerja sama bisnis jangka panjang.  Sekretariat Kabinet menyebut forum bisnis itu melibatkan sekitar 30 perusahaan terkemuka dari Indonesia dan Prancis dengan total kapitalisasi pasar gabungan mencapai sekitar USD1,3 triliun.

 

Dari forum tersebut juga lahir empat kesepakatan komersial baru senilai sekitar USD3,5 miliar atau setara lebih dari Rp61 triliun yang berfokus pada sektor energi, perdagangan, dan pertahanan. 

 

Prabowo juga menyoroti pentingnya kehadiran investor Prancis dalam pembangunan ekonomi nasional, terutama ketika pemerintah sedang mendorong hilirisasi industri dan pengembangan energi transisi.

 

“Ini saya kira sangat penting dan kita akan sangat gembira dengan partisipasi dan kehadiran perusahaan-perusahaan Prancis terus di ekonomi Indonesia,” ujar Prabowo saat pertemuan bilateral di Paris pada 28 Mei 2026.

 

Di luar agenda ekonomi, kunjungan tersebut memiliki dimensi strategis yang lebih luas. Pemerintah Indonesia dalam beberapa tahun terakhir berupaya memperkuat hubungan dengan negara-negara Eropa di tengah meningkatnya persaingan geopolitik global dan perubahan rantai pasok internasional.

 

Prancis menjadi salah satu mitra penting karena memiliki posisi besar dalam industri pertahanan, teknologi, energi, dan investasi global.

 

Kunjungan itu juga memperlihatkan kecenderungan pemerintahan Prabowo yang semakin aktif menggunakan jalur diplomasi luar negeri sebagai instrumen pembangunan ekonomi. Sejumlah agenda internasional sebelumnya juga menempatkan kerja sama investasi, energi, dan keamanan sebagai fokus utama pembicaraan dengan negara mitra.

 

Selama berada di Paris, Prabowo menghadiri jamuan kenegaraan di Istana Élysée serta melaksanakan Salat Iduladha bersama diaspora Indonesia dan masyarakat Muslim di Prancis. Agenda tersebut tidak hanya bersifat diplomatik, tetapi juga menjadi bagian dari pendekatan hubungan sosial dan budaya antara Indonesia dengan komunitas internasional. 

 

Bagi daerah-daerah industri di Indonesia, termasuk Jawa Timur, hasil lawatan tersebut berpotensi membuka peluang lanjutan dalam sektor manufaktur, pertahanan, energi baru terbarukan, serta investasi industri pengolahan yang selama ini menjadi fokus pengembangan pemerintah pusat.

 

Sejumlah proyek kerja sama yang lahir dari forum bisnis Indonesia–Prancis diperkirakan masih akan dibahas lebih lanjut pada tingkat kementerian dan pelaku usaha dalam beberapa bulan ke depan.

 

Hingga Sabtu siang, pemerintah belum merinci seluruh implementasi teknis dari kesepakatan yang dicapai selama kunjungan tersebut.

 

Namun, sejumlah kementerian terkait diperkirakan akan mulai menindaklanjuti hasil pembahasan bilateral guna memastikan komitmen investasi dan kerja sama strategis dapat berjalan sesuai target yang telah disepakati kedua negara.