JATIMNET.COM, Surabaya – Peredaran dan penggunaan narkoba di Surabaya masih tinggi. Polrestabes Surabaya dan Polsek Jajaran telah melakukan penanganan sebanyak 117 kasus dalam Operasi Semeru 2019 yang dimulai 26 Januari sampai 6 Februari.

Narkotika jenis sabu-sabu masih mendominasi dengan jumlah barang bukti 299,44 gram, sedangkan ekstasi 34,5 gram, ganja 140,66 gram, serta 241 pil dobel L dan 1.937 botol miras berbagai merek yang telah disita.

“Ini menjadi perhatian kami untuk terus memberantas peredaran narkoba di Surabaya. Bagi kami jumlah (117 kasus) tergolong sangat tinggi. Ke depan akan kami berantas hingga ke akar-akarnya,” jelas Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan di Mapolrestabes, Kamis 7 Februari 2019.

BACA JUGA: Tekan Kecelakaan, Polrestabes Surabaya Bagikan 100 Helm

Dijumpai pada pemusnahan narkoba dan hasil Operasi Tumpas Semeru, Kapolrestabes menjelaskan telah mengamankan 217 kasus dengan 262 tersangka yang terdiri atas 248 pria dan 14 wanita.

“Jumlah itu terdiri atas 117 kasus penggunaan dan pengedaran narkoba, sedangkan 100 kasus lainnya seperti begal, curanmor, curas, dan miras,” jelas Rudi.

Pemusnahan barang bukti (narkoba) disaksikan Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kejaksaan Negeri Surabaya, serta forkopimda lainnya. Dalam kesempatan tersebut, Rudi menegaskan akan terus memelototi kasus narkoba yang relatif masih tinggi di Surabaya.

BACA JUGA: Cukrik Dominasi Miras Sitaan Polrestabes Surabaya

Sejauh ini Polrestabes Surabaya mengatakan telah selesai melakukan Operasi Semeru 2019. Namun bukan berarti perasi tehadap segala tindak kejahatan selesai.

“Kami akan terus menangkap pelaku dan memberantas peredaran narkoba yang sudah memprihatinkan,” ucap perwira dengan tiga melati di pundak itu.

Rudi menekankan kepada semua pihak agar memberi efek jera kepada pelaku agar tidak main-main narkotika. Dengan memberi efek jera diharapkan dapat menekan jumlah pengguna maupun pengedaran narkoba di Surabaya.