Polres Blitar Kota Sita Lima Kilogram Bubuk Petasan

Seorang tersangka dibekuk
Yosibio

Jumat, 31 Mei 2019 - 22:32

JATIMNET.COM, Blitar - Satreskrim Polres Blitar kembali mengungkap kasus kepemilikan bahan peledak berbahaya untuk petasan.

Sebanyak lima kilogram bahan peledak disita dari tangan AS (30), warga Kebonagung, Wonodadi, Kabupaten Blitar. Penyitaan bahan peledak yang dikemas dalam lima kantung plastik itu dilakukan dalam sebuah penggerebekan di rumah pelaku.

Penggerebekan dilakukan setelah tim mendapat laporan masyarakat. "Ini sebenarnya target operasi pekat kemarin, tapi tertangkapnya pelaku, setelah operasi berakhir," kata Kapolres Blitar Kota AKBP Adewira Negara Siregar, Jumat 31 Mei 2019.

BACA JUGA: Polres Blitar Tangkap Ibu Rumah Tangga Penjual Bubuk Petasan

Polisi menangkap tersangka pada 28 Mei 2019 di wilayah Wonodadi. Selain mengamankan bahan peledak, polisi juga mengamankan sebuah handphone, yang dipakai untuk berkomunikasi dengan para pembelinya.

Darim pemeriksaan polisi, tersangka mengaku membeli bubuk petasan ini dari seorang santri di wilayah Blitar. Awalnya pelaku membeli tujuh kilogram bubuk petasan, tetapi yang dua kilogram sudah terjual ke pembeli di wilayah Wonodadi.

BUKTI. Barang bukti berupa lima kilogram bahan peledak untuk petasan yang diamankan petugas kepolisian. Foto: Yosibio

Di hadapan petugas, AS mengaku hanya menerima titipan dari seorang temannya. Meski membantah bukan sebagai pemilik bahan petasan berbahaya itu, namun AS tahu persis bahwa yang disimpannya itu barang terlarang.

BACA JUGA: Petasan Meledak di Kediri Tewaskan Satu Orang

"Saya sebenarnya cuma dititipi barang itu, awalnya belinya tujuh kilogram dengan harga Rp 230 ribu per kilogram," kata AS.

Atas kepemilikan bahan peledak itu, polisi menjerat AS dengan Pasal 1 Undang-undang Darurat Nomor 12 tahun 1951 dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Kasus ini merupakan yang kedua kalinya diungkap Polres Blitar Kota dalam dua pekan terakhir.

Baca Juga

loading...