Rabu, 04 November 2026 15:00 UTC

Pihak keluarga korban Dini Hardyanti menerima jenazah yang berhasil di autopsi, Rabu, 4 November 2026. Foto: Khaesar/Jatimnet
JATIMNET.COM, Surabaya – Persoalan ekonomi dan pertengkaran dalam kehidupan bersama diduga menjadi latar belakang pembunuhan Dini Hardyanti (30) dan anaknya berinisial AGEF (4) di Kota Madiun. Penyidik Polda Jawa Timur menyebut tersangka Dimas Bagus Martono (40) kerap berselisih dengan korban selama tinggal bersama di kota tersebut.
Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Arbaridi Jumhur, menjelaskan pertengkaran antara tersangka dan korban tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan hidup. Ucapan korban yang dianggap menyinggung perasaan tersangka juga disebut memicu perselisihan.
"Di lokasi baru ini, di Madiun ini, sering terjadi percekcokan yang dilatarbelakangi terkait kebutuhan hidup. Ekonomi, terus selanjutnya terkait ucapan, banyak pertengkaran yang isinya ucapan dari korban menyinggung perasaannya," ujar Jumhur, Rabu, 4 November 2026.
Jumhur menegaskan, dugaan motif tersebut tidak berkaitan dengan tudingan bahwa tersangka mengalami kemandulan. Polisi meluruskan informasi mengenai pemicu pembunuhan yang berkembang di tengah masyarakat.
Hingga perkembangan penyidikan tersebut disampaikan, polisi juga menyebut belum menemukan keterlibatan tersangka lain. Dimas masih menjadi satu-satunya tersangka dalam perkara pembunuhan ibu dan anak tersebut.
Selain mendalami motif, penyidik mengungkap adanya dugaan perencanaan pembunuhan sejak sekitar satu minggu sebelum kejadian. Tersangka bahkan mengaku menunggu waktu yang dianggap tepat untuk melaksanakan aksinya.
Polisi juga menemukan jejak aktivitas digital yang menunjukkan tersangka mempelajari teknik mencekik dan berbagai jenis mesin. Bahkan, tersangka diduga menggunakan ChatGPT untuk mempelajari kemungkinan pertanyaan serta jawaban saat menjalani pemeriksaan kepolisian.
Penyidik masih mengembangkan kasus tersebut dengan mendalami keterangan tersangka dan bukti-bukti yang telah dikumpulkan.
