Logo

ChatGPT, Strategi Tersangka Pembunuhan Istri Siri dan Anak di Madiun Lolos Pemeriksaan Polisi

Reporter:,Editor:

Rabu, 04 November 2026 11:00 UTC

ChatGPT, Strategi Tersangka Pembunuhan Istri Siri dan Anak di Madiun Lolos Pemeriksaan Polisi

Pihak keluarga korban Dini Hardyanti menerima jenazah yang berhasil di autopsi, Rabu, 4 November 2026. Foto: Khaesar/Jatimnet

JATIMNET.COM, Surabaya –  Tersangka pembunuhan Dini Hardyanti (30) dan anaknya berinisial AGEF (4) di Kota Madiun, Dwi Bagus Martono (40), diduga memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) ChatGPT untuk mempersiapkan diri menghadapi pemeriksaan polisi.

Tersangka mempelajari berbagai kemungkinan pertanyaan yang dapat diajukan penyidik beserta jawaban yang perlu disampaikan. Temuan tersebut terungkap setelah polisi menelusuri aktivitas digital melalui telepon seluler tersangka.

Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Arbaridi Jumhur, mengatakan tersangka berusaha mengantisipasi proses pemeriksaan dengan mempelajari sejumlah skenario tanya jawab melalui layanan AI.

"Dia juga mempelajari kemungkinan-kemungkinan kalau dia bisa antisipasi kalau diminta keterangan oleh kepolisian. Dia belajar dari chat ChatGPT. Dari AI ya," ujar AKBP Jumhur, Rabu, 4 November 2026.

Menurut Jumhur, tersangka bahkan telah mempelajari berbagai kemungkinan pertanyaan dan menyiapkan jawaban untuk mengantisipasi pemeriksaan aparat kepolisian.

"Jadi skenario-skenario kalau polisi menanyakan ini jawabannya ini, menanyakan ini jawabannya ini, udah lengkap dia," katanya.

Polisi memperoleh temuan tersebut setelah mendalami hasil pemeriksaan telepon seluler dan Laboratorium Forensik (Labfor). Penelusuran digital juga menemukan aktivitas pencarian informasi mengenai teknik mencekik dan berbagai jenis mesin.

Temuan itu berkaitan dengan dugaan persiapan pembunuhan yang dilakukan tersangka. Dalam pemeriksaan, Dimas mengaku telah merencanakan pembunuhan sekitar satu minggu sebelum kejadian, tetapi menunggu waktu yang dianggap tepat untuk melaksanakannya.

Selain mengungkap aktivitas digital tersangka, polisi juga mendalami dugaan motif pembunuhan. Perselisihan terkait kebutuhan ekonomi dan ucapan korban yang dianggap menyinggung perasaan tersangka disebut menjadi pemicu pertengkaran selama mereka tinggal bersama di Madiun.

Penyidik masih mengembangkan perkara tersebut untuk mengungkap seluruh rangkaian peristiwa dan memastikan pertanggungjawaban tersangka.