Pilot Myanmar Mendaratkan Pesawat Tanpa Roda Depan

Dyah Ayu Pitaloka

Senin, 13 Mei 2019 - 09:53

JATIMNET.COM, Surabaya – Seorang pilot dari maskapai Myanmar National Airlines berhasil mendaratkan pesawat Embraer 190 di Bandar Udara Mandalay, Myanmar, dengan kondisi tanpa roda depan, Minggu 12 Mei 2019.

Keterangan maskapai dan seorang pejabat setempat mengatakan jika roda depan pesawat itu tidak berfungsi, dikutip dari Reuters.

Seorang pejabat memuji pilot karena berhasil mendaratkan pesawat, kendati mengalami gangguan teknis. Tak seorang pun cedera dalam kecelakaan itu.

"Pilot melakukan pekerjaan luar biasa," kata Win Khant, Sekretaris Tetap Kementerian Telekomunikasi dan Transportasi. Ia menambahkan jika, kecelakaan tersebut sedang diselidiki.

BACA JUGA; Sensasi Menanti Berbuka dengan Pesawat Terbang di Atas Kepala

Myanmar National Airlines, perusahaan penerbangan milik negara, mengatakan di dalam satu pernyataan, bahwa pesawat itu telah berangkat dari Kota Yangon dan mendekati bandar udara yang melayani Kota Mandalay di Myanmar Tengah, ketika pilot tak bisa mengoperasikan peralatan pendaratan.

Pilot, Kapten Myat Moe Aung, terbang melewati bandar udara dua kali sehingga pengawas lalu-lintas udara bisa memeriksa apakah peralatan pendaratan berfungsi, kata perusahaan penerbangan tersebut.

"Lalu kapten mengikuti prosedur darurat dan membakar habis bahan bakar untuk mengurangi bobot pesawat saat mendarat," katanya.

Rekaman video memperlihatkan pesawat itu mendarat pada roda belakang, sebelum bagian depannya turun.

BACA JUGA: Akan Mendarat di Bulan 2024, Bezos Perkenalkan Replika Pesawatnya

Pesawat tersebut bergerak sampai jarak tertentu di sepanjang landasan pacu dengan bertumpu pada bagian hidungnya, sehingga mengeluarkan asap, sebelum berhenti. Awak penerbangan lalu melakukan evakuasi darurat.

Perusahaan penerbangan tidak mengatakan berapa jumlah penumpang pesawat itu, namun Embraer menyatakan di jejaringnya, pesawat tersebut memiliki kapasitas antara 96 dan 114 kursi.

Sebelummnya, satu pesawat Biman Bangladesh Airlines keluar dari landasan pacu akibat angin kencang di Yangon pada Rabu, sehingga melukai sedikitnya 17 orang di dalam pesawat tersebut. (ant)

Baca Juga

loading...