Akan Mendarat di Bulan 2024, Bezos Perkenalkan Replika Pesawatnya

Dyah Ayu Pitaloka
Dyah Ayu Pitaloka

Jumat, 10 Mei 2019 - 13:56

JATIMNET.COM, Surabaya – Jeff Bezos merilis replika pesawat ruang angkasa yang akan membawa peralatan dan manusia ke Bulan, tahun 2024.

Pesawat tanpa awak dan bisa di daur ulang bernama Blue Moon itu, akan membawa peralatan ilmuwan, satelit dan kendaraan jelajah.

Pesawat akan menggunakan mesin roket bernama BE-7 dengan kemampuan meledak hingga  4.533 kilogram gaya dorong. “Ini waktunya kembali ke Bulan, kali ini untuk menginap,” kata Bezos.

Bezos memperkenalkan tujuan perusahaan eksplorasi angkasa miliknya bernama Blue Origin, di Washington Convention Center, Washington DC, dihadapan khalayak yang berpotensi sebagai konsumen dan juga perwakilan resmi dari NASA, dikutip dari Bbc,Jumat 10 Mei 2019.

BACA JUGA: Skandal Pemerasan Enquirer, WSJ Ungkap Penjual Pesan Mesra Bezos

Blue Moon akan mendarat dari Bumi ke Bulan, dengan membawa bahan bakar yang cukup.

Pesawat itu mampu mengirim muatan hingga ke permukaan bulan, menurunkan hingga empat kendaraan penjelajah tanpa awak, dan menembakkan satelit untuk mengorbit bulan.

Blue Moon memiliki berat 33 ribu pon dengan bahan bakar di dalamnya, dan kemudian akan menyusut hingga 7 ribu pon ketika hendak mendarat di Bulan.

Tujuan Blue Moon adalah mendarat di kutub selatan Bulan, dimana deposit es ditemukan di kawahnya.

BACA JUGA: Jeff Bezos Jadi Orang Terkaya Sejagad

Air yang berasal dari es tersebut bisa dipecah untuk menghasilkan hidrogen, dan kemudian digunakan sebagai bahan bakar pesawat untuk misi yang lebih jauh dalam sistem tata surrya.

Pada Maret, pemerintahan Trump mengumumkan jika mereka akan mengirim astronot lagi ke Bulan pada 2024.

Dalam pidatonya, Bezoz mengatakan jika Blue Origin akan mampu memenuhi tenggat yang dibuat oleh Trump, “hanya karena” perusahaan telah mulai merancang pesawat itu di tahun 2016.

Bezos ingin memperbaiki akses ke Bulan, karena ia memiliki pandangan luas di masa depan, di mana manusia bisa bekerja dan tinggal di luar angkasa, di mana hal itu belum memungkinkan saat ini.

BACA JUGA: Tujuh Lapis di Atas Triliun

“Biaya untuk melakukan beragam kegiatan menarik di luar angkasa saat ini terlalu tinggi karena belum ada infrastrukturny,” katanya.

Untuk menggambarkan ini, ia menunjukkan gambar sebuah pesawat yang mampu menyokong koloninya sendiri, mulai dari manusia, binatang dan tumbuhan, sebuah konsep yang mirip dengan milik Fisikawan Princeton, Gerard O’Neill.

Baca Juga

loading...